17 January 2020, 15:31 WIB

Erick Terbitkan Aturan Pejabat BUMN Rugi Naik Kelas Ekonomi


Antara | Ekonomi

MENTERI BUMN Erick Thohir mengeluarkan peraturan yang mengatur kategori kelas layanan pesawat yang boleh digunakan para pengurus perusahaan BUMN dalam perjalanan dinas untuk menciptakan empati.

"Maka dari itu kita menciptakan empati di BUMN, saya mengeluarkan peraturan di mana kalau perusahaan BUMN-nya itu meraih untung maka naik pesawatnya kelas bisnis tapi kalau rugi naiknya kelas ekonomi," ujar Erick di Jakarta, Jumat.

Erick mencontohkan bagaimana seorang menteri naik pesawat dengan kelas layanan bisnis, tiba-tiba direktur utama perusahaan BUMN duduknya di kelas utama atau first class. Padahal kebijakan yang harus diambil oleh seorang Menteri jauh lebih besar dibandingkan dirut BUMN.

"Kalau bicara gaji menteri hanya sekitar Rp19 juta jauhlah dibandingkan Dirut BUMN dan swasta, semangat bagimu negeri dalam diri para menteri adalah hal yang luar biasa. Padahal kebijakan yang diambil oleh seorang menteri jauh lebih besar ketimbang direksi swasta maupun BUMN," katanya.

Menteri BUMN Erick Thohir menilai nilai-nilai empati seperti itu sangat dibutuhkan dalam perusahaan-perusahaan BUMN, dan dirinya berharap agar rekan-rekan di BUMN bisa mengerti dan memahami hal tersebut.

Sebelumnya, Erick Thohir menjabarkan lima prioritas strategis Kementerian BUMN untuk periode 2020 sampai dengan 2024 di hadapan generasi millenial.

Erick memaparkan bahwa salah satu prioritas tersebut yakni menegaskan kembali nilai tata kelola korporasi yang baik dan bersih di BUMN harus dimaksimalkan.

Menurut dia, kelima prioritas tersebut sudah disepakati oleh tim yang sedang dibentuknya dan Kementerian BUMN akan memberikan yang terbaik agar kelima prioritas periode 2020-2024 menjadi fondasi yang dapat diimplementasikan, bukan sekedar wacana.

Menteri BUMN Erick Thohir juga sempat melontarkan pernyataan keras terkait beberapa eksekutif BUMN yang bergaya hidup mewah, di kala perusahaan BUMN yang dipimpinnya merugi.

Ia menegaskan gaya hidup bukan tidak boleh untuk sesuatu yang memang layak didapatkan, namun ketika perusahaannya merugi, maka para pimpinan BUMN tersebut juga harus menjalani gaya hidup prihatin atau sederhana.(OL-4)

BERITA TERKAIT