17 January 2020, 15:45 WIB

PSI tak Setuju PKL Ditempatkan di Trotoar


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Eneng Malianasari, atau yang akrab disapa Milli kurang sependapat bila trotoar yang sudah direvitalisasi sebagian menjadi lokasi berjualan PKL. Ia pun sudah mendengar rencana Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang hendak menempatkan PKL, khususnya masakan khas Minang di Jalan Kramat Raya.

Mili yang dihubungi Media Indonesia, Jumat (17/1) menyebut trotoar sebaiknya tetap berfungsi sebagai fasilitas untuk pejalan kaki.

Baca juga: Naik 40%, Penumpang Bus Trans-Jakarta 264,6 Juta di 2019

"Saya kurang sependapat jika trotoar, meski hanya sebagian, dijadikan lokasi bagi PKL. Itu harus difungsikan sesuai fungsinya sebagai fasilitas pejalan kaki," kata Mili.

Mili menegaskan tidak menentang penataan PKL. Ia justru sangat mendukung penataan PKL untuk menata kota agar lebih baik serta untuk memastikan PKL di Jakarta terdata dengan baik.

"Kalau penataan PKL, pendataan PKL, saya sangat setuju. Tapi bukan berarti bisa menggunakan fasilitas publik untuk itu," ungkapnya.

Ia menyarankan, lebih baik Pemkot Jakpus mencari lahan kosong untuk dibeli atau disewakan dan dipusatkan bagi para PKL. Hal ini sebelumnya sudah dilakukan oleh Pemprov DKI di Thamrin 10.

"Ya, lebih baik seperti itu. Karena khawatirnya ketika ada PKL di trotoar juga akan menimbulkan kemacetan karena kendaraan pengunjung parkir di sembarang tempat," terangnya.

Mili yang berkutat di Komisi B bidang perekonomian, BUMD, transportasi, dan UMKM itu juga menyebut pihaknya belum dipaparkan soal rencana penataan PKL di ibu kota tahun ini. Ia pun menyebut, seharusnya segala kebijakan dikoordinasikan dengan DPRD agar bisa dilakukan pembahasan sebelum diterapkan. "Belum, kita belum terinformasikan soal itu. Sama seperti penataan PKL di Thamrin 10 juga kita tidak terinfokan," terangnya.

Baca juga: Desainer Website Investasi Palsu Hanya Lulusan SD

Sebelumnya, Pemkot Jakpus berencana mengembalikan para PKL yang khas menjual kuliner tradisional Sumatera Barat ke trotoar di Jalan Kramat Raya yang tepatnya di titik sebelum Atrium Senen.

Para PKL tersebut sudah lama berjualan di trotoar yang dijadikan sebagai lokasi binaan (lokbin) PKL. Selama trotoar KRamat Raya direvitalisasi, para PKL pun pindah ke tanah kosong yang tepat berada di sisi jalan tersebut. (OL-6)

BERITA TERKAIT