17 January 2020, 14:00 WIB

Jadi Kawasan Industri, Masyarakat Harus Dilibatkan


Supardji Rasban | Nusantara

DITETAPKANNYA Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi Kawasan Industri Brebes (KIB) diharapkan tidak sekadar bisa mengerek pertumbuhan perekonomian.

Lebih dari itu masyarakat juga harus merasa memiliki kawasan industri bukan sekadar sebagai penonton.

Hal itu mengemuka dalam sarasehan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dalam rangkaian memperingati HUT Brebes ke-342, yang digelar di pendopo rumah dinas bupati setempat, Kamis (16/1). Dihadirkan dua narasumber dalam perhelatan tersebut yakni akademisi Ivan Aulia Akhsan dan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Baperlibangda) Brebes, Edy kusmartono.

Akademisi Ivan mengingatkan semua stakeholder di Brebes terutama para pimpinan dinas terkait tidak mengenyampingkan masyarakat terutama yang bermukim di sekitar kawasan industri dalam mengambil kebijakan ataupun membuat regulasi.

"Jangan sampai masyarakat di sekitar kawasan industri nantinya hanya sebagai penonton. Para pekerjannya tidak sekadar mendapat upah atau suatu imbalan apapun dari para pemilik usaha atau industri di kawasan itu," ujar Ivan.

Ivan memberi contoh konflik yang terjadi di Papua dan tempat lain baik dalam negeri maupun mancanegara terjadi karena tidak adanya kesiapan yang matang dalam menjadikan daerah tersebut sebagai kawasan industri.

"Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh seorang dosen Universitas Airlangga Surabaya ternyata terjadinya konflik di Papua lebih diakibatkan oleh dampak dari kekurangsiapan pemerintah pusat maupun daerah di Papua dalam mempersiapkan sebagai daerah industri," tutur Ivan.

Baca juga: Tebing Setinggi 6 Meter di Brebes Longsor

Ivan yang merupakan sejarawan itu menyebut para pengambil keputusan di lingkungan Pemkab Brebes harus konkret, misalnya bagaimana supaya permukiman warga tidak tercemari limbah dari pabrik-pabrik di kawasan industri.

"Sejumlah kawasan industri di Jabotabek banyak dikeluhkan karena banyak warga tidak bisa mengakses jalan yang tertutup pabrik-pabrik. Di mancanbegara, Brasil juga mengalami kebangkrutan antara lain akibat industrialisasi yang tidak disiapkan dengan matang. Buat apa kalau kehadiran kawasan industri ternyata lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya bagi masyarakakat," ungkapnya.

Kepala Baperlitbang Edy Kusmartono menyampaikan progres kawasan industri Brebes sudah dalam tahap operasional. Dalam satu bulan terakhir, operator di lapangan sudah ditugasi Kementerian BUMN untuk menyelesaikan dokumen kepemilikan tanah sebagai area kawasan industri.

"Pada 15 Februari kalau dokumen sudah jadi kemudian dikaji kemitraannya paling lambat enam bulan sudah ada ketetapan dasar pebebasan lahan," terang Edy.

Menurut Edy, target dari pemerintah pusat dan Pemkab Brebes pada Juli sudah mulai ada kegiatan, kaitannya dengan rencana kawasan industri. Disinggung soal penaikan UMR terkait dengan ditetapkannya Brebes sebagai kawasan industri, Edy menyebut ada tim sendiri yang akan membahasnya.

"Soal UMR itu nanti ada tim sendiri kalau sekarang sedang fokus pada percepatan kawasan industri segera terwujud," jelas Edy sembari menambahkan total anggarannya Rp13,95 T dari APBN dan skema pembiayaan Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Bupati Brebes Idza Priyanti menginginkan masyarakat menyiapkan mental dalam menyambut KIB. Keberadaan KIB merupakan suatu keniscayaan yang benar-benar bakal terjadi.

Bupati mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Brebes untuk menyiapkan mental dan keterampilan diri guna menghadapinya. Karena sedikit banyak akan membawa perubahan dan pengaruh yang bermacam macam, baik pengaruh yang bersifat positif maupun negatif.

"Saya minta seluruh masyarakat siapkan mental dan keterampilan diri," ucap Idza.(OL-5)

BERITA TERKAIT