17 January 2020, 11:37 WIB

Palsukan Laman Daring Investasi, Empat Pria Sulsel Ditangkap


Tri Subarkah | Megapolitan

POLDA Metro Jaya mengungkap kasus penipuan di dunia siber pada Jumat (17/1). Setidaknya empat pria asal Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan menjadi tersangka usai memalsukan website perusahaan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut Trimegah merupakan perusahaaan yang bergerak di bidang investasi broker saham.

"Pada 5 Desember yang lalu, Polda Metro berhasil mengungkap pelaku tindak pidana memanipulasi data, agar dianggap seolah-olah data yang ada itu otentik dan atau penipuan melalui media elektronik. Dia membuat website ini mirip sekali dan otentik sekali," ungkap Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/1).

Sindikat penipuan tersebut diotaki AW, 24, yang berperan mendaftarkan dan membiayai website tersebut. Menurut Yusri, AW juga bertugas mengirimi SMS (short message service) gateway secara acak kepada para calon korban.

Baca juga: Ibunda Sakit, Siwi Widi Batal Datang ke Polda Metro Jaya

"Kemudian dia membalas pesan SMS dan WA (WhatsApp) yang masuk ke nomor HP. Setelah orang ditipu mentransfer, dialah orang yang menarik (uang) kalau ada yang sudah masuk ke rekening," jelas Yusri.

Adapun ND, 29, berperan dalam membuat website PT Trimegah yang palsu.

"Ini orang ahli IT, ahli di media sosial," kata Yusri.

ND juga bertugas mencari rekening yang aktif yang digunakan untuk menampung uang hasil kejahatan komplotan tersebut.

Sementara dua tersangka lain, yakni SB, 32, dan Ma, 31, disebut Yusri sebagai staf. Mereka bertugas menyediakan, menjual, dan menampung rekening.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Yusri, para tersangka sudah melakukan aksi mereka selama sekitar tiga bulan.

Polisi baru mendapatkan enam orang yang menjadi korban penipuan sindikat tersebut. Namun, Yusri memastikan pihaknya tetap menyusuri kemungkinan korban dan perusahaan lain yang dipalsukan kelompok itu.

Atas aksi itu, mereka dijerat dengan Pasal 35 Ayat (1) jo Pasa 51 Ayat (1) dan atau Pasal 28 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) Undang-undang No. 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 55 dan atau Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (OL-2)

BERITA TERKAIT