17 January 2020, 11:22 WIB

Kejagung Sita Polis dan Sertifikat Tanah Tersangka Jiwasraya


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

KEJAKSAAN Agung RI (Kejagung) kembali melakukan penggeledahan di kediaman pribadi Syahmirwan, tersangka kasus megakorupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dua mobil dan sejumlah dokumen berhasil diamankan.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kauspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, mengatakan dokumen yang disita berupa sertifikat tanah dan surat berharga seperti polis asuransi dan deposito.

Penggeledahan dilakukan Tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Tim Pelacakan Aset pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-pidsus), yang berlangsung pukul 16.00 hingga 22.00 WIB pada Kamis (16/1) kemarin.

"Setelah berjam-jam melakukan penggeledahan di kediaman tersangka "S" yang beralamat di Jalan Kavling AL, Blok C.1, Nomor 9, Duren Sawit, Jakarta Timur, dalam rangkaian tindakan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi," kata Hari melalui keterangan tertulis, Jumat (17/1).

Dari penggeledahan yang berakhir pukul 22.00 WIB, tim Jaksa Penyidik dan tim pelacakan aset mengamankan dua unit mobil, yaitu Innova Reborn dan CRV.

Baca juga: Eks Dirut Jiwasraya Ditetapkan Tersangka

"Nantinya dijadikan barang bukti, sekaligus yang bernilai ekonomis, dapat digunakan untuk mengembalikan kerugian keuangan negara," imbuh Hari.

Sebelumnya, Kejagung melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi. Kapuspenkum sendiri meralat jumlah saksi yang sebelumnya berjumlah tujuh orang.

"Update penanganan perkara penyidikan tindak pidana korupsi Jiwasraya. Tadi saya sampaikan pada hari ini diperiksa enam, artinya bukan tujuh, ternyata yang satu itu sudah memenuhi panggilan yang kemarin," ucap Hari.

"Saya ralat namanya Pak Adi Pratomo Ariyanto, itu Kepala Divisi PPE pada PT Bursa Efek Indonesia, sudah dimintai keterangan pada Rabu (15/1) kemarin," Imbuhnya.

Adapun saksi yang hadir hanya empat orang dari enam saksi yang dipanggil. Saksi yang hadir yakni Direktur PT Treasure Fund Investama, Dwimanto Anggoro, Kepala Bagian Keuangan Divisi Investasi Jiwasraya, Candra Triana, Direktur PT Pinnecle Investment, Guntur Surya Putra, dan Kepala Divisi Akuntansi dan Keuangan Jiwasraya Dicky Kurniawan.

Saksi yang tidak memenuhi panggilan ialah Direktur PT Millenium Capital Management, Fahyudi Djaniatmadja dan Direktur PT Jasa Capital Asset Management, Rudolfus Pribadi Agung Sujagad.

"Ya belum, belum, hari ini kita gali keterangan para saksi tersebut. Nanti kita jadwalkan ulang di minggu depan untuk pemeriksaan saksi lain. Pengembangan lebih lanjut kita ikuti bersama," tutupnya.(OL-12)

BERITA TERKAIT