17 January 2020, 10:05 WIB

Ada Jenderal di Pilkada Bandar Lampung


EP/PO/BB/RF/RS/JL/N-2 | Nusantara

PEMILIHAN Wali Kota Bandar Lampung dipastikan akan menjadi salah satu pilkada yang seru di Tanah Air. Banyak nama beken sudah menyatakan diri hendak maju.

Pengamat politik dari Universitas Lampung Arizka Warganegara sepakat kontestansi bakal sangat menarik dan dinamis. "Akan lebih dari dua pasangan yang diusung partai politik. Opsi calon independen juga akan menarik, bersaing dengan calon dari parpol," tuturnya.

Salah satu calon yang sudah pasti akan maju dari jalur independen ialah Ike Edwin. Ia merupakan putra daerah, pemuka adat, jenderal polisi bintang dua, dan pernah menjadi Kapolda Lampung.

Sarat dengan prestasi di kepolisian, Ike mengaku ingin membangun daerah leluhurnya. "Motivasi saya hanya itu. Saya ingin mengabdikan diri ke tanah asal," ujarnya.

Meski jenderal, ia mengaku tidak canggung untuk mencalonkan diri sebagai wali kota. "Jadi lurah atau camat pun saya bersedia. Asalkan bisa mengabdikan diri untuk Lampung."

Ike menggandeng seorang perempuan untuk menjadi calon wakilnya. Seorang dokter spesialis, aktivis HMI saat mahasiswa dan sudah sepakat untuk memimpin Bandar Lampung dengan bersih, tanpa korupsi.

"Saya maju lewat jalur perseorangan, semata untuk memberi pendidikan politik dan demokrasi untuk warga Lampung. Saya tidak mau ada mahar politik ke partai, dan tidak mau terjerat konflik kepentingan dengan partai, karena saya hanya akan mengabdi kepada masyarakat," tegas mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat itu.

Ike akan berusaha keras menjadikan Bandar Lampung kota yang maju dalam bidang pariwisata. "Bandar Lampung juga akan menjadi kota jasa terkemuka dan kota pendidikan."

Beberapa nama lain yang juga akan merebut peruntungan di Bandar Lampung di antaranya Eva Dwiana, istri wali kota saat ini Herman HN, Rycko Menoza, mantan Bupati Lampung Selatan, yang juga anak mantan Gubernur Scjahroedin, serta mantan wakil wali kota Kherlani dan petahana wakil wali kota, Yusuf Kohar.

Di Nusa Tenggara Timur, kader Partai NasDem Dolvianus Kolo juga memastikan diri untuk maju di pilkada Timor Tengah Utara. Ia akan menggandeng kader Partai Golkar Agustinus Tulasi.

"Saya dan Agustinus Tulasi teman sejak di SMA. Tidak sulit bagi kami untuk bekerja sama membangun daerah," ujar Dolvianus.

Sementara itu, di Cianjur, Jawa Barat, suasana menjelang pilkada masih adem ayem. Partai Golkar, misalnya, belum memutuskan sosok yang akan diusung.

"Kami masih membuka kesempatan kepada semua kader. Yang berminat maju silakan melakukan sosialisasi kepada masyarakat," ujar Ketua Partai Golkar Cianjur, Tb Mulyani Syahrudin. (EP/PO/BB/RF/RS/JL/N-2)

BERITA TERKAIT