17 January 2020, 10:00 WIB

Bidik 7,7 Juta Nasabah pada 2020, PNM Maksimalkan Teknologi


Van/Hld/Ant/E-3 | Ekonomi

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membidik 7,7 juta nasabah pada 2020 setelah berhasil mencapai rekor jumlah nasabah terbesar pada 2019 sebanyak 6,06 juta nasabah.

"Kami punya target untuk menambah 10 juta nasabah pada 2023. Oleh karena itu, tahun ini harus mencapai 7,7 juta," kata Direktur Utama PNM Arief Mulyadi di Jakarta, kemarin.

Untuk itu, lanjut Arief, PNM mematok target 8,5 juta nasabah pada 2021, kemudian 9,5 juta nasabah pada 2022 dan 10 juta nasabah hingga 2023.

Dalam mewujudkan hal tersebut, PNM akan menambah 420 kantor di seluruh Indonesia dan merekrut sumber daya manusia baru tahun ini untuk mendukung kinerja perusahaan dalam mencapai target.

Selain itu, Arief menyampaikan bahwa PNM akan memaksimalkan teknologi dengan membangun aplikasi pendukung yang akan digunakan untuk karyawan dan nasabah di seluruh Indonesia.

"Jadi nanti kami siapkan front end dan back end fully digital. Rekan-rekan di lapangan nanti pakai gadget, sementara saat ini ada namanya PNM Digi yang baru digunakan oleh 39.700 karyawan," ungkap Arief.

Aplikasi tersebut nantinya akan dikembangkan sehingga dapat digunakan oleh nasabah untuk berkegiatan bersama PNM, di antaranya absensi kedatangan, berdagang, hingga bersedekah.

Sementara itu, hingga Desember lalu penyaluran pembiayaan PNM meningkat 67,68% secara year on year (yoy) menjadi Rp24,06 triliun dibandingkan pada 2018 yang sebesar Rp14,3 triliun. Campaian tersebut melampaui target perusahaan yang pada awal 2019 menargetkan Rp15,3 triliun atau tumbuh 7%.

"Salah satu pendukung pertumbuhan ini adalah dengan bertambahnya kantor cabang PNM di berbagai provinsi. Tercatat hingga Desember 2019, PNM meniliki 2.862 kantor cabang yang terdiri dari 2.171 unit Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), 628 unit ULaMM (unit layanan modal mikro), dan 63 cabang ULaMM," ungkap Head of Corporate Communication PNM YR Wijayandaru, di Jakarta kemarin.

Selain itu, perusahaan juga mencatat total outstanding pembiayaan yang tumbuh 45% menjadi Rp18,09 triliun dari total outstanding pada Desember 2018 senilai Rp12,478 triliun.

PNM juga menjaga kualitas penyaluran pembiayaan dan outstanding. Hal ini dapat dilihat dari rasio pembiayaan bermasalah atau nonperforming loan (NPL) yang terus membaik. "Pada Desember 2018, NPL consol berada di posisi 1,32% dan menjadi 1,18% pada Desember 2019," tambahnya. (Van/Hld/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT