17 January 2020, 08:35 WIB

Menkum dan HAM Dikritik soal Kriminal dan Kemiskinan


Pro/Cah/P-1 | Politik dan Hukum

MENTERI Hukum dan HAM Yasonna Laoly meyakini bahwa kemiskinan ialah sumber tindakan kriminal. Menurut Yasonna, semua pihak harus membantu menyelesaikan masalah tersebut.

"Crime is a social product, crime is a social problem. Sebagai problem sosial, masyarakat kita semua punya tanggung jawab soal itu. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak di daerah miskin," kata Yasonna dalam sambut-annya di acara Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, kemarin.

Yasonna mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Ia meyakini jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

"Yang membuat itu menjadi besar ialah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskin-an," sebut Yasonna.

Komentar Yasona memantik komentar dari Bendahara NasDem yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Ia mengkritik Menkum dan HAM agar tak menggeneralisasi suatu daerah seperti Tanjung Priok ataupun wilayah lain dengan kriminalitas. Terlahir dari Tanjung Priok, Sahroni menegaskan dirinya tak menjadi preman ataupun pelaku tindak kriminal.

"Yasonna harus lebih bijak dalam menyampaikan statement, karena dia ini kan Menkum dan HAM. Pernyataan seperti ini kurang cakap muncul dari seorang Menkum dan HAM. Memang benar banyak kriminal muncul dari wilayah yang miskin, namun beliau tidak boleh generalisasi. Tidak semua anak Tanjung Priok seperti itu," ujar Sahroni.

Dirinya mencontohkan, terlahir di Tanjung Priok yang tumbuh besar di lingkungan keras tak membuat Sahroni terjerumus ke hal-hal negatif.

"Saya asli dari Tanjung Priok. Namun, hal ini bukan berarti saya preman. Jadi tidak bisa digeneralisasi asal daerahnya, tapi balik lagi ke individu masing-masing. Menkum dan HAM jangan mengeneralisasi anak Priok pelaku Kejahatan. (Pro/Cah/P-1)

BERITA TERKAIT