16 January 2020, 16:05 WIB

Suhendra Ajak Pemuda Lintas Agama Bersatu


Widhoroso | Politik dan Hukum

PENGAMAT intelijen senior Suhendra Hadikuntono mengajak para pemuda lintas agama dan etnis bersatu demi kejayaan Indonesia. Sebab, pemuda adalah agen pembangunan dan pemersatu bangsa.

Hal itu dikatakan Suhendra dalam sambutannya pada acara syukuran ulang tahun ke-120 Generasi Muda Khonghucu Indonesia (Gemaku) bertajuk "Berbakti untuk Negeri" di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/1).

Sebagai pemersatu bangsa, kata Suhendra, pemuda telah mencontohkan dengan tercetusnya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang berakar pada lahirnya organisasi modern Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 yang kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional."Pasca-Sumpah Pemuda, perjuangan yang dilakukan segenap komponen bangsa dilakukan dengan bersatu, lintas agama dan lintas etnis, dan bersifat nasional, tidak lagi suku per suku dan bersifat kedaerahan," tuturnya.

Demi perjuangan dan cita-cita yang sama, yakni merdeka dari belenggu penjahahan oleh bangsa asing, kata Suhendra, para pemuda yang masing-masing tergabung dalam organisasi pemuda daerah seperti Jong Java, Jong Sunda, Jong Celebes, Jong Borneo dan Jong Manado, melebur dan berikrar Sumpah Pemuda.

Kini, lanjut Suhendra, tantangan yang dihadapi para pemuda Indonesia bukan lagi merebut kemerdekaan, melainkan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan untuk membebaskan bangsa ini dari belenggu kemiskinan dan kebodohan. "Tantangan pemuda milenial saat ini bahkan lebih berat, yakni menghadapi proxy war atau perang proxy berupa serangan narkotika, pornografi dan cyber crime atau kejahatan di dunia maya," paparnya.

Sebab itu, kata Suhendra, para pemuda milenial, selain harus menguasai teknologi informasi, juga harus membekali diri dengan karakter atau akhlak yang kuat. "Bila karakternya lemah, niscaya pemuda akan mudah dilumpuhkan. Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan justru lebih berat daripada merebut kemerdekaan," terang tokoh yang diusulkan banyak pihak untuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut. (RO/R-1)

BERITA TERKAIT