16 January 2020, 20:37 WIB

Kejagung Blokir Aset Tersangka Jiwasraya


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

KEJAKSAAN Agung melakukan pemblokiran aset-aset milik tersangka kasus Jiwasraya. Pemblokiran dilakukan terhadap rekening, tanah, dan penyitaan aset tersangka.

"Tim telah melakukan pemblokiran eekening efek, eekening eustodian efek, dan eekening kustodian para tersangka. kemudian juga melakukan pemblokiran terhadap 84 tanah yang diduga milik tersangka," Kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono di Jakarta, Kamis (16/1).

Selain itu, Kejagung juga melakukan sita terhadap 156 bidang tanah milik Komisaris PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro yang berada di dua wilayah berbeda. Sayangnya, Hari tidak menjelaskan secara rinci luasan setiap bidang tanah yang diblokir.

"Jadi ada 84 pemblokiran terhadap tanah tadi yang diduga milik tersangka BT kita mintakan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kemudian ada 72 tanah yang diduga milik BT sedang kita catat pemblokiran. Tata cara penyitaan aset terhadap barang tidak bergerak ada aturannya tersendiri," Ungkap Hari.

Sebanyak 156 bidang tanah tersebut terbagi di dua wilayah yaitu 84 bidang tanah berada di Lebak, Banten dan 72 bidang tanah berada di Kabupaten Tangerang.

baca juga : DPR: Pelunasan Uang Nasabah Tuntas Dalam 2 Kali Masa Sidang

"Jadi diblokir dulu, supaya tidak dipindahtangankan. Nanti kalau tanah ada mekanisme sendiri. Kita pelacakan aset dulu di mana, begitu ketemu atas nama siapa kalau berupa tanah, ada sertifikatnya, kita minta BPN untuk blokir dulu jangan sampe berpindah," Ungkapnya.

Selain rekening dan tanah, Kejagung juga menyita lima mobil mewah dan sebuah moge milik tersangka kasus Jiwasraya.

Kendaraan yang disita berupa 2 unit mobil Toyota Alphard dan 3 unit mobil Mercedes-Bez. Selain itu, disita juga sebuah motor Harley Davidson milik Direktur Utama PT. Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim.

Kejagung akan menindaklanjuti proses penyitaan dan penyelidikan dengan persetujuan penyitaan yang dimohonkan kepada pengadilan. Apabila sudah ada penetapan pengadilan, maka akan dijadikan barang sitaan dan meningkat menjadi barang bukti perkara.

Hingga kini Kejaksaan Agung belum dapat menyampaikan secara keseluruhan total nilai yang disita menyangkut tanah dan seluruhnya.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus gagal bayar asuransi Jiwasraya. Kelima tersangka ialah Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (Tram), Heru Hidayat; Komisaris PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro; dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo. (OL-7)

BERITA TERKAIT