16 January 2020, 20:04 WIB

9 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Karhutla di Riau


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

SEBANYAK sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Para tersangka dituduh melakukan pembakaran hutan dan lahan seluas 79,515 hektare (ha).

"Sejauh ini sudah sebanyak 9 tersangka karhutla yang diamankan pada sejumlah daerah di Riau," jelas Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Sunarto di Pekanbaru, Kamis (16/1).

Dijelaskannya, sembilan tersangka itu berasal dari tujuh kasus karhutla yang sedang disidik polisi. Sebanyak dua kasus dengan dua tersangka dan luas lahan terbakar mencapai 70 ha ditangani Polres Bengkalis.

Kemudian Polres Dumai menyidik dua kasus dengan dua tersangka dengan luas lahan yang terbakar oleh tersangka sekitar 5 ha. Selanjutnya sebanyak tiga tersangka dalam satu kasus ditangani Polres Indragiri Hulu dengan luas lahan yang dibakar sekitar 3,5 ha.

Adapun Polres Siak menangani satu kasus dengan satu tersangka dengan luas lahan terbakar sekitar 1 ha. Dan Polresta Pekanbaru satu kasus dengan satu tersangka yang membakar lahan seluas 0,015 ha.

Sunarto juga menegaskan penanganan kasus karhutla selalu menjadi prioritas Polda Riau. Termasuk langkah antisipasi terus dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengimbau seluruh kabupaten dan kota untuk waspada karhutla.

Demi langkah cepat pencegahan, BPBD mendorong daerah yang terbakar untuk segera menetapkan status siaga darurat karhutla supaya dapat segera ditanggulangi.

"BMKG telah menginformasikan curah hujan ada penurunan khususnya daerah bagian utara Riau. Sepert Meranti, Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Bengkalis, dan Siak," jelasnya.

Edwar mengatakan, untuk kabupaten dan kota yang daerahnya sudah ada terdapat titik panas diperbolehkan meningkatkan status siaga darurat karhutla.

"Karena untuk sekarang kita lebih mengutamakan pencegahan daripada penanganan," tegasnya. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT