16 January 2020, 19:47 WIB

DPD Dukung Perbaikan Tata Kelola Perusahaan Plat Merah


Cahya Mulyana | Ekonomi

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung peta jaman yang disusun Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menata wajah BUMN di Indonesia ke depan.

Hal itu dinilainya dapat memperbaiki kinerja sekaligus mengentaskan keluhan masyarakat terhadap perusahaan plat merah.

"Kami berharap roadmap yang disusun Pak Erick Thohir mampu mewujudkan kejayaan BUMN untuk menjadi pemain global. Mengikuti tender pekerjaan di luar negeri. Sehingga memasok devisa negara seperti sudah pernah dilakukan PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Inka, PT Dirgantara Indonesia dan lainnya," terangnya di Jakarta, Kamis (16/1).

Menurut dia, DPD mendukung langkah Kementerian BUMN meningkatkan mutu dan kinerja perusahaan milik pemerintah, namun tanpa monopoli dan menghambat ranah kerja swasta. Hal itu sangat tepat karena selama ini banyak yang mengadukan kiprah BUMN mempersempit ekspansi bisnis swasta.

“BUMN yang paling banyak mendapat pengaduan dari kalangan dunia usaha selain Pelindo dan Angkasa Pura, juga dominasi BUMN karya di pekerjaan jasa konstruksi. Salah satu indikatornya banyaknya aduan yang masuk ke DPD, Ombudsman dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Artinya masih terjadi praktek monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat,” ujarnya

Baca juga : 20 BUMN Bersinergi Membangun Balkondes Borobudur

Pada kesempatan sama Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan BUMN tidak akan mematikan pengusaha swasta. Hal itu seperti arahan Presiden Joko Widodo yang memerintahkan perusahaan plat merah menciptakan ekosistem yang baik antara BUMN, Swasta, BUMD dan BUMDes.

"Itu yang sedang kami susun dan jalankan sekarang. Termasuk penggunaan key performance indicator dalam penataan ini,” jelasnya.

Erick mengaku tidak segan menutup atau melakiukan merger BUMN yang memiliki laporan keuangan merah.

"Ini salah satu bagian dari cara untuk mengembalikan BUMN kepada core bisnisnya. Kita konsolidasikan atau kita tutup. Intinya harus back to core business,” tandasnya.

Sebab, lanjut pengusaha di sektor media dan olahraga itu, dari Rp210 triliun keuntungan BUMN, disumbang oleh tidak lebih dari 10 BUMN saja.

Baca juga : 7 Petinggi BUMN Diberhentikan

“Jadi lebih baik fokus kepada BUMN yang besar-besar saja, daripada ke yang kecil-kecil, yang malah bersaing dengan UKM dan swasta menengah,” ungkapnya seraya memberi contoh program re-orientasi beberapa BUMN, sehingga tidak malah menjadi kompetitor swasta/UKM.

Erick juga memaparkan rencana pengembangan pelabuhan Benoa menjadi world class port yang memadukan layanan jasa pelabuhan dan bisnis serta pariwisata.

“Nantinya Benoa menjadi one stop area yang dilengkapi dengan pusat kesenian, wisata kuliner dan pusat perdagangan UMKM. Juga convention hall, pusat perdagangan dan lainnya. Sehingga kapal-kapal pesiar besar yang sandar, bila waktu singgahnya hanya sebentar, mereka tetap bisa belanja dan juga menikmati kuliner,” ujarnya.

Pelabuhan ini selain punya area hutan kota, juga dilengkapi terminal energi, industri perikanan dan instalasi pengelolaan air limbah. Tak ketinggalan penataan jalur nelayan dan tempat sandar kapal-kapal nelayan.

“Ini akan menggerakkan ekonomi kawasan dengan cepat,” pungkasnya. (OL-7).

BERITA TERKAIT