16 January 2020, 19:50 WIB

Banjir Surabaya Disebut akibat Proyek Saluran Air belum Tuntas


Faishol Taselan | Nusantara

Dok. MI
 Dok. MI
Banjir di Pasuruan, Surabaya

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, menyebut banjir yang terjadi di beberapa titik wilayah Kota Surabaya pada Rabu (15/1) malam diakibatkan beberapa proyek saluran air yang belum tuntas pengerjaannya di awal 2020.

"Banjir yang terjadi di wilayah Surabaya Barat akibat hujan deras dengan intensitas tinggi Rabu (15/1) memang sudah kami prediksi, hal ini disebabkan pekerjaan saluran air yang belum tuntas di kawasan itu," kata Erna di Surabaya, Kamis (16/1).

Meski demikian, ujar dia Pemkot Surabaya telah mengantisipasinya yaitu dengan mengoperasikan dua unit dari total enam pompa air yang tersedia di Rumah Pompa Gunungsari II Surabaya.

Pompa itu mampu menyedot genangan air hujan di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya yang sempat mencapai ketinggian 50 sentimeter dalam waktu sekitar satu jam setelah hujan reda, sehingga banjir tidak terlalu lama menggenang.

Erna mengakui, sejumlah kawasan memang masih ada yang melakukan pekerjaan saluran air, dan rentan terjadi banjir. Salah satunya di kawasan Sememi Surabaya, yang pembangunannya masih kurang sepanjang 2,5 kilometer.


Baca juga: Hutan di Pegunungan Kendeng Utara dan Patiayam Kritis


"Di Sememi itu kan saluran irigasi yang kemudian dikonversi menjadi drainase dan pekerjaannya memang belum selesai, masih kurang sepanjang 2,5 kilometer lagi. Sehingga di ujungnya yang sudah dikerjakan itu kalau turun hujan, airnya selalu keluar. Jadi mohon maaf kepada warga sekitar," jelasnya.

Sedangkan di wilayah Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, yang sempat viral di media sosial karena banjirnya terlihat menenggelamkan banyak sepeda motor di sebuah tempat parkir, diakibatkan pembangunan pedestrian di depan swalayan kawasan itu.

"Sejak 2017 dibangun pedestrian di depan swalayan itu dan sampai sekarang kami kesulitan memasukkan 'box' yang berukuran besar. Sebetulnya kesulitan memasukkan boks yang berukuran besar itu sudah kami komunikasi dengan pihak swalayan. Kami usahakan tahun ini harus selesai dengan meminta bantuan dari Dinas Cipta Karya," terangnya.

Sementara saluran air di wilayah lainnya, terpantau telah selesai dibenahi, ditambah adanya rumah pompa di berbagai tempat sebagai langkah antisipasi untuk menyedot banjir di setiap musim hujan.

Ia berharap, dengan selesainya beberapa proyek secara bertahap, sejumlah titik wilayah Surabaya akan mampu mengurai derasnya air hujan.

"Kami prediksi puncak musim hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2020 akan bisa diminimalisir khususnya genangan banjir, hal ini asalkan segenap warga turut menjaga dan merawat berbagai saluran air yang telah selesai dibenahi," tambahnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT