16 January 2020, 19:33 WIB

Sri Mulyani Sambut Baik Perjanjian Dagang AS-Tiongkok


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
Sri Mulyani

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati merepsons penandatanganan perjanjian perdagangan fase pertama antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Ia mengharapkan perjanjian yang telah diteken oleh kedua negara tersebut dapat berdampak positif kepada Indonesia.

"Kita lihat, kalau agreement ini bisa bertahan, ini merupakan suatu langkah awal yang baik agar tidak terjadi ketidakpastiaan yang sangat tinggi," kata dia seusai menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Jakarta, Kamis (16/1).

Kesepakatan antara Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu itu menjadi penanda meredanya tensi perang dagang di kedua negara yang telah terjadi selama 18 bulan terakhir.

Dengan kesepakatan itu pula diharapkan kedua negara akan memiliki hubungan yang baik dan memberikan efek positif bagi negara lainnya.

Dalam pernyataan di Washington, Presiden AS Donald Trump mengatakan pakta itu akan mengubah ekonomi AS. Sementara itu, para pemimpin Tiongkok menilai kesepakatan itu adalah "win-win solution" yang dapat memperbaiki hubungan antara kedua negara berseteru.

Sebelumnya, Beijing berjanji untuk meningkatkan impor AS sebesar US$ 200 miliar di atas level 2017, serta memperkuat aturan kekayaan intelektual. Sebagai gantinya, Washington sepakat untuk mengurangi separuh beberapa tarif baru yang dikenakan pada produk Tiongkok.

Namun, mayoritas pajak perbatasan tetap diberlakukan, yang mendorong kelompok bisnis untuk menyerukan perundingan lebih lanjut. Perjanjian "fase satu", termasuk janji dari Tiongkok untuk meningkatkan pembelian hasil panen AS dan ekspor lainnya selama dua tahun. Berikut, memberikan beberapa perlindungan untuk teknologi AS.

Poin lainnya adalah Beijing akan memberikan mekanisme penegakan baru yang memungkinkan Washington dengan cepat menjatuhkan penalti, yang tidak dapat ditanggapi Beijing.

Trump menandatangani kesepakatan dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Liu He, yang memimpin negosiasi Beijing dengan Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan, Steven Mnuchin.

Pemimpin AS juga berterima kasih kepada Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, dan mengatakan dirinya akan mengunjungi Negeri Tirai Bambu dalam waktu dekat.

Trump menegaskan baru akan menghapus tarif jika kedua pihak dapat melalui fase dua. Sementara itu, dalam sepucuk surat kepada Trump yang dibacakan oleh Liu, Xi Jinping mengatakan kesepakatan itu baik untuk Tiongkok, AS dan ekonomi dunia. (OL-8)

BERITA TERKAIT