17 January 2020, 00:00 WIB

Polda Metro Tangani Kasus Spanduk SARA


MI | Megapolitan

SEBUAH spanduk ajakan untuk mengikuti aksi menolak pembangunan bioskop XXI di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, viral di media sosial,  Rabu (16/1).

Di spanduk berukuran sedang itu tertera kalimat ajakan “Ikutilah aksi demo bela agama Islam dan Pribumi menolak Bioskop XXI dekat Masjid As-Sinah di PGC.”

Mengutip dari tulisan di spanduk yang terpampang di sekitar kawasan Condet, Kecamatan Kramat Jati itu, agenda aksi demo akan dilaksanakan pada Jumat, 17 Januari 2020, pukul 13.00 WIB.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan spanduk itu telah dicopot karena mengandung kalimat suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Enggak boleh, karena ada kalimat SARA di garis paling bawah spanduk,” kata M Anwar. Menurut dia, persoalan itu sudah diselesaikan secara musyawarah sejak Rabu (15/1).

“Sudah ada pertemuan dengan pihak Ormas. Masalah sudah selesai. Sekarang spanduknya sudah dicopot,” ujarnya.

Penyelesaian masalah spanduk yang terpasang tak jauh dari PGC itu dilakukan dengan menggelar pertemuan antara Camat, Kapolsek, dan Danramil Kecamatan Kramat Jati di kediaman pimpinan Ormas. “General Manager PGC juga ikut dalam pertemuan bersama 3 pilar,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKB Hery Purnomo mengatakan permasalahan spanduk itu sudah ditangani  Polda Metro Jaya.

Kapolsek Kramat Jati Komisaris Budiyono pun menyatakan pernyataan yang sama.  Budiyono pun mengatakan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. “Belum ada tersangka,” katanya singkat.

Sementara Danramil Kramat Jati Kapten Inf Hadi Sasmungi menyatakan permasalahan spanduk SARA itu sudah diselesaikan secara musyawarah.
Hadi menyebut jajarannya mendampingi pihak ormas dan Polsek Kramat Jati saat mencopot spanduk itu. (Ths/Medcom/J-1)

 

BERITA TERKAIT