16 January 2020, 23:00 WIB

Militer Filipina Bebaskan Sandera WNI


MI | Internasional

AFP
 AFP
Militer Filipina Bebaskan Sandera WNI

NELAYAN Indonesia terakhir yang tersisa dan menjadi korban penculikan kelompok Abu Sayyaf di perairan Lahad Datu tahun lalu telah berhasil diselamatkan oleh militer Filipina di Sulu, Filipina Selatan, Rabu (15/1) waktu setempat.

“Muhammed Farhan, 27, diselamatkan pada pukul 18:45 di Barangay (Desa) Bato-Bato, Indanan,” kata juru bicara Komando Mindanao Barat (Westmincom) dari militer Filipina, Mayor Arvin Encinas.

“Operasi tempur dan intelijen intensif yang diluncurkan oleh militer membuat penyelamatan tersebut berhasil,” kata Encinas kepada Daily Express.

“Pasukan di darat menerima informasi dari penduduk setempat tentang keberadaan Farhan. Informasi ini dilanjutkan dengan operasi penyelamatan,” tambahnya.

Farhan merupakan salah satu dari tigaWNI yang diculik di perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia pada 23 September 2019. Dua sandera atas nama Maharudin dan Samiun telah dibebaskan pada 22 Desember 2019

Dengan bebasnya Farhan maka saat ini seluruh WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf telah berhasil dibebaskan.


Prestasi

Komandan Westmincom, Letjen Cirilito Sobejana menyatakan sangat senang dengan prestasi luar biasa dari Satuan Tugas Gabungan Sulu.

Farhan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kuta Heneral Teodulfo Bautista Station di Jolo, Sulu, untuk pemeriksaan medis. Ia kemudian diterbangkan ke Rumah Sakit Umum Camp Navarro di Kota Zamboanga untuk perawatan lebih lanjut.

Kementerian Luar Negeri RI kemarin mengatakan Farhan telah menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Westmincom, Zamboanga, dan dinyatakan sehat.

Selanjutnya Farhan akan diserahterimakan dari otoritas Filipina kepada KBRI Manila dan dipulangkan ke Indonesia.

Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas kerja sama pemerintah Fi­lipina, termasuk Divisi 11 Angkatan Bersenjata Filipina, dalam upaya pembebasan sandera WNI. (Hym/X-11)

BERITA TERKAIT