16 January 2020, 16:45 WIB

Luhut: Tidak Boleh Ada Ketakutan Turis Berkunjung ke Indonesia


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta agar keamanan (security) ditingkatkan di destinasi wisata sehingga wisatawan tidak takut untuk berkunjung di Indonesia.

Menurut Luhut, saat ini pengembangan di sektor pariwisata sudah banyak perbaikan dan terintegrasi lintas kementerian. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kata Luhut, sudah merevisi konsep yang ada.

“Semua sudah ada waktu dan tinggal jalan. Intinya tidak boleh ada ketakutan (fear),” ujar Luhut kepada media seusai menghadiri rapat di Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia, Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (16/1).

Ia mencontohkan Abu Dhabi, Uni Emirates Arab, yang berhasil mendatangkan banyak wisatawan. Diperkirakan ada 29 juta wisatawan datang ke sana setiap tahunnya. Jumlah itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penduduk Abu Dhabi sebanyak 1,9 orang.

“Apa yang membuat Abu Dhabi banyak didatangi orang. Mereka hampir 29 juta orang yang datang dengan penduduk asli 1,9. Orang yang transit di Airport sampai 120 juta karena tidak ada ketakutan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Luhut menekankan dalam pengembangan destinasi wisata, selain memperbaiki infrastuktur, aspek keamanan juga harus dikuatkan untuk menciptakan rasa aman pada semua orang yang akan berkunjung ke negara ini.

Baca juga: Wapres Minta Pelayanan di 10 Bali Baru Ditingkatkan

Ia tidak mempermasalahkan mengenai target wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta yang tidak kunjung tercapai. Hal yang paling penting ialah lamanya wisatawan tinggal dan uang yang dihabiskan (spending) di Indonesia sehingga menambah penerimaan negara.

“Target mau bicara berapa puluh juta terserah tapi kualitas dan lamanya tinggal yang menjadi lebih penting. Spot-spot di Indonesia yang ingin didatangi turis kita buat mudah. Kita yang penting kompak melakukan itu,” tukasnya.

Pemerintah telah menetapkan 10 destinasi pariwisata andalan di Indonesia sebagai Bali Baru. Istilah '10 Bali Baru' sebagai destinasi tersebut yakni Danau Toba (Sumatra Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Gunung Bromo & Gunung Semeru (Jawa Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), dan Kepulauan Seribu (DKI Jakarta).

Namun terdapat lima diantaranya yang menjadi super prioritas adalah Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Danau Toba, di Sumatra Utara dan Manado, Sulawesi Utara.(OL-5)

BERITA TERKAIT