16 January 2020, 14:52 WIB

Mahfud MD: Jangan Ribut, Asabri Sudah Diproses Hukum


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Menko Polhukam Mahfud MD

MENTERI Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan dugaan tindak pidana korupsi di PT Asabri masuk wilayah kerja penegak hukum. Saat ini penanganannya mulai berlangsung sehingga semua pihak harus menghormatinya dan berhenti berpolemik.

"Saya tidak menanggapi (klaim Dirut Asabri yang mengelak ada dugaan korupsi). Sudah ada yang menangani, katanya sudah ada yang diperiksa dan ya sudahlah itu nanti kita lihat perkembangannya," ungkapnya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Kamis (16/1).

Menurut dia, perkembangan perkara ini patut ditunggu untuk menjelaskan duduk perkara dugaan korupsi di PT Asabri. Maka semua pihak perlu bersabar dan berhenti berpolemik supaya penegak hukum tak terganggu.

"Kita lihat perkembangannya saja. Tidak usah diributkan. Pokoknya itu sudah muncul sebagai isu sangat penting. Nanti lihat perkembangannya saja. Tidak usah diributkan," tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama PT Asabri Sonny Widjaja pernyataan Mahfud MD yang menduga ada korupsi di tubuh perusahaannya merupakan hal keliru. Sebab semua pengelolaan aset Asabri dilakukan dengan teliti dan aman.

"Saya menjamin bahwa uang kalian yang dikelola di Asabri Aman, tidak hilang, dan tidak dikorupsi," ujar Sonny dalam konferensi pers di Kantornya, Cawang, Jakarta, Kamis (16/1).

Ia akan membawa pihak yang terus menuduh adanya praktik korupsi di Asabri ke meja hijau."Jika hal ini terus berlangsung maka, dengan sangat menyesal, saya akan membawanya ke jalur hukum," tutupnya.

Asabri diduga terjangkit korupsi dan negara dirugikan hingga Rp 10 triliun. Hal itu disinyalir semodus dengan praktik serupa yang terjadi di PT Jiwasraya, yakni berinvestasi dengan membelo saham fluktuatif atau gorengan seperti terhadap saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Sido Mulyo Tbk (SDMU), dan PT Hanson International Tbk (MYRX). (OL-4)

BERITA TERKAIT