16 January 2020, 14:47 WIB

Menko Luhut Enggan Tanggapi Permintaan Jabatan Denny JA


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

MI/Ferdinand
 MI/Ferdinand
Pembina kelompok relawan Bravo V, Luhut Binsar Panjaitan, menerima potongan tumpeng pertama dalam syukuran kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, enggan menanggapi kabar Ketua Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny Januar Ali atau Denny JA, yang minta diangkat menjadi Komisaris PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.

“Apa tidak ada pertanyaan lain yang lebih bermutu,” seloroh Luhut kepada media di Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia, Kamis (16/1).

Baca juga:

Seperti diberitakan, sebuah pesan beredar di grup whatsapp (WA) berupa tangkapan layar. Isinya, pendiri LSI itu bertanya kepada Luhut terkait potensi menjadi Komisaris  Inalum. Pesan pribadi tersebut diduga salah kirim, sehingga diteruskan ke whatsapp grup tokoh nasional, dan akhirnya menyebar. Namun sebelum Denny menghapus pesan di group whatsapp, ada pihak yang menangkap percakapan tersebut.

Menanggapi isu tersebut, Denny melakukan klarifikasi dalam bentuk cerita pendek. “Apa salah dengan seseorang yang ingin berperan ikut memajukan negaranya dengan mengajukan diri menjadi komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN)? Bukankah itu menang jabatan terbuka yang bisa diisi oleh siapa saja yang kompeten?,” bunyi pembelaan Denny melalui akun facebook pribadinya. Dia pun heran  masalah tersebut bisa dijadikan isu dan berujung viral.(OL-12)

 

BERITA TERKAIT