16 January 2020, 14:38 WIB

Wapres Minta Pelayanan di 10 Bali Baru Ditingkatkan


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan pidato saat acara penyerahan Penghargaan PROPER 2019 

PEMERINTAH telah menetapkan 10 destinasi pariwisata andalan di Indonesia sebagai “Bali Baru”.

Menindaklanjuti hal itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin menyampaikan perlunya sinergi antarkementerian dan lembaga dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Ia meminta pelayanan (hospitality) ditingkatkan.

Peningkatan itu, kata Ma'ruf, menyangkut penyediaan fasilitas yang memadai, akomodasi dan infrastruktur penunjang termasuk ketersediaan listrik, bahan bakar, serta faktor keamanan agar wisatawan nyaman berada di Indonesia.

“Kami rapat tentang pariwisata untuk melakukan koordinasi sinergi antarkementeian dan lembaga terkait karena pariwisata itu menyangkut berbagai aspek,” kata Wapres ketika memimpin rapat terkait pariwisata di Kantor Wakil Presiden, Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (16/1).

Hadir dalam rapat itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny Gerard Plate, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Baca juga: Sejumlah Menteri Berinisiatif Bahas 5 Bali Baru

Para pemangku kepentingan, lanjut Wapres, diharapkan dapat memberikan pendampingan masyarakat setempat seperti pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan desa wisata yang dapat menopang ekonomi kerakyatan. Selain itu, Wapres juga menekankan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang bisa dilakukan melalui pendidikan formal dan nonformal.

“Pengayaan SDM bisa dilakukan pada pendidikan formal misalnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pariwisata. Pendidikan nonformal pelatihan oleh pihak terkait,” tuturnya.

Ma'ruf juga menekankan pentingnya pengembangan pariwisata secara berkelanjutan melalui ekoturisme dengan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Istilah '10 Bali Baru' sebagai destinasi tersebut yakni Danau Toba (Sumatra Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Gunung Bromo & Gunung Semeru (Jawa Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), dan Kepulauan Seribu (DKI Jakarta).

Namun terdapat lima di antaranya yang menjadi super prioritas yakni Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Danau Toba, di Sumatra Utara dan Manado, Sulawesi Utara.(OL-5)

BERITA TERKAIT