16 January 2020, 13:22 WIB

Soal Jiwasraya, Kejagung Geledah 15 Lokasi dan Sita Aset


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) RI menyatakan penanganan kasus Asuransi Jiwasraya masih dalam tahap penyidikan. Selain itu, Kejagung juga sedang gencar melakukan penggeledahan.

“Tim penyidik telah melakukan penggeledahan di beberapa tempat. Saat ini sebanyak 15 tempat telah kami lakukan penggeledahan dan menyita aset,” ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Kamis (16/1).

Tempat yang digeledah antara lain adalah Alam Mineral, PT Pol Advisa Aset Manajemen dan PT Millenium Manajemen Finansial Aset Manajemen. Kejagung juga melakukan penggandaan atau kloning data dari sistem komputer di tempat yang digeledah.

“Kemudian kami sudah mengajukan surat permohonan kepada PPATK untuk dilakukan penelurusan transaksi yang mencurigakan terhadap pihak-pihak terkait baik internal maupun eksternal PT Asuransi Jiwasraya,” tuturnya.

Baca juga: Jiwasraya Bayar Dana Nasabah Bertahap

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung RI, Adi Toegarisman, mengatakan masih banyak yang harus dilakukan oleh Kejagung untuk bisa menuntaskan kasus Jiwasraya. Seluruh tahapan dilakukan dengan sangat detail dan hati-hati.

“Kami sedang berjalan dalam proses penyidikan ini, masih banyak yang harus kami lakukan,” kata Adi.

Seluruh langkah hukum yang diperlukan untuk menuntaskan kasus tersebut akan dilakukan oleh Kejagung.

“Saya sampaikan bahwa semua langkah hukum untuk penyelesaian perkara ini kami akan tetap melakukan, ketika memang dibutuhkan penggeledahan di satu tempat kami akan lakukan,” ujar Adi.

Namun, Adi enggan merinci lebih jauh detail penanganan kasus tersebut. Hal itu, lanjut Adi, belum dapat dirilis ke publik karena proses hukum masih berjalan.

“Untuk substansi dari penanganan perkaranya, mohon maaf tidak kami sampaikan secara terbuka, karena itu adalah strategi kami dalam rangka menangani perkara ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka dan telah melakukan penahanan. Kelimanya adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.(OL-5)

BERITA TERKAIT