16 January 2020, 12:20 WIB

Dendam Basuki Hadimuljono Pada ITB Terbayar Lunas


Bayu Anggoro | Humaniora

MI/Bayu Anggoro
 MI/Bayu Anggoro
 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  Basuki Hadimuljono dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh ITB, Kamis (16/1/2020).

PENGANUGERAHAN doktor kehormatan yang diterima Basuki Hadimuljono dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki kesan yang mendalam. Selain wujud pengakuan terhadap kontribusinya, momentum ini pun menjadi ajang 'balas dendam' bagi sosok Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.

Perasaan ini diakui langsung oleh Basuki saat orasi ilmiah pertanggunggjawabannya meraih gelar tersebut di kampus ITB  Bandung, Kamis (16/1). Di sela-sela pidatonya, dia menceritakan pengalamannya saat dua kali ditolak menjadi mahasiswa ITB.

Pertama, Basuki mengaku kecewa saat dirinya gagal lolos seleksi saringan masuk S1 Geologi ITB.

"Tahun 1975 saya dari SMA 5 Surabaya datang ke Bandung, tapi enggak keterima ITB," katanya.

Basuki yang sangat ingin menimba ilmu di Bandung terpaksa harus mengubur impiannya.

"Ibu saya bilang, kalau tidak di ITB, pulang. Sejak saat itu saya dendam ke ITB, dendam membara," kelakarnya.

Pengakuannya inipun langsung mengundang gelak tawa hadirin yang beberapa di antaranya juga merupakan tokoh nasional seperti mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta staf khusus Presiden RI, Ari Dwipayana. Tak hanya sampai di situ, lanjut Basuki, pengalaman kurang baiknya dengan ITB kembali terulang 20 tahun kemudian.

Saat itu dirinya menjadi staf di Kementerian PUPR dan hendak melanjutkan pendidikan S2 di ITB. "Saya siapkan semuanya, saya daftar sendiri," katanya.

Namun, penolakan kembali diterimanya sehingga lagi-lagi harus mengurungkan niatnya untuk berilmu di ITB.

"Akhirnya ditolak lagi. Wah cari gara-gara nih ITB," kelakarnya lagi.

Meski begitu, Basuki mengaku tetap loyal ke ITB.

"Oke, enggak apa-apa, saya datang lagi dan tetap loyal ke ITB," katanya.

Bentuk loyalitasnya inipun diwujudkan dengan pembangunan sejumlah waduk dan infrastruktur lainnya di Jawa Barat yang menjadi lokasi kampus tersebut berada. Setelah dirinya menjabat, rasa balas dendamnya semakin terpenuhi dengan diraihnya gelar doktor kehormatan dari perguruan tinggi yang dulu sempat menolaknya.

"Hari ini dendam saya kepada ITB terbalas sudah," kelakarnya.

Basuki Hadimuljono dianugerahi doktor kehormatan oleh Institut Teknologi Bandung.

Penghargaan ini diberikan karena Basuki dianggap memberi kontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara. Penganugerahan inipun diberikan bertepatan dengan peringatan 100 tahun ITB.

Ketua Tim Promotor ITB, Indratmo Soekarno, mengatakan, doktor kehormatan yang diterima Basuki dalam bidang pengembangan, pembangunan, dan pengelolaa infrastruktur, khususnya dalam bidang sumber daya air dan tahan gempa. Menurutnya, Basuki telah menghasilkan karya IPTEKS yang sangat bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan bangsa.

"Pembangunan infrastruktur yang saat ini secara masif tidak terlepas dari peran Dr. Basuki," kata Indratmo.

Di antara hasil nyatanya adalah mampu mewujudkan pembangunan 65 waduk/bendungan di Indonesia guna menaikkan kapasitas tampungan air dari 12,46 miliar m3/tahun menjadi 16,27 miliar m3/tahun.

"Pembangunan ini menjadi prasarana utama untuk dapat mewujudkan ketahanan pangan dan mengendalikan daya rusak air," katanya.

Selain itu, menurutnya Basuki juga telah menyelesaikan tanggungjawab dalam  pembangunan jaringan irigasi baru untuk mengairi sawah seluas 860.015 hektare. Pada aspek kegempaan, Basuki telah berhasil merancang infrastruktur tahan gempa yang diakui internasional.

baca juga: Hukum untuk Kekerasan Seksual Berbasis Daring Masih Abu-Abu

"Berdasarkan prestasi dan kontribusinya dalam pembangunan, tim promotor meyakini bahwa Dr. Basuki Hadimuljono telah menghasilkam karya nyata, sehingga memenuhi ketentuan senat ITB untuk menerima penghargaan gelar doktor kehormatan," katanya. (OL-3)

BERITA TERKAIT