16 January 2020, 08:35 WIB

Belum Sepekan Diresmikan Alun-Alun Kota Depok Rusak


KG/J-3 | Megapolitan

PENGUNJUNG Alun-alun Kota Depok tampaknya banyak yang tidak taat aturan dan ketertiban. Hal itu tecermin dari rusaknya beberapa fasilitas di sana, padahal belum sepekan operasional ikon destinasi wisata baru Kota Depok itu diresmikan. Dari pantauan Media Indonesia, terlihat tanaman, tiang lampu, neon sign, dan toilet yang di-sediakan agar pengunjung bisa bersantai menikmati alun-alun yang rusak.

Selain itu, rerumputan juga sudah mulai banyak yang mati, tiang lampu roboh, huruf pada plang alun-alun yang memiliki luas 3, 7 hektare copot.

Suhadi, pengunjung mengatakan kerusakan di alun-alun sangat mengganggu.

"Kalau duduk harus pilih-pilih tempat karena kalau duduk ditempat yang gundul bisa kotor," kata Suhadi, kemarin.

Suhadi mengaku kecewa karena fasilitas di alun-alun yang menelan dana APBD cukup besar telah rusak. Ia menyesalkan banyak pengunjung yang datang tidak mematuhi ketertiban, buang sampah se-enaknya."Padahal, alun-alun baru diresmikan empat hari silam tapi sudah rusak," ucap Suhadi.

Senada, Tholip, pengunjung alun-alun, mengatakan prihatin dengan rumput yang gundul. "Bukan hanya menguning dan gundul, di sini banyak kerikil juga."

Kondisi ini membuat pe-ngunjung tidak nyaman. Menjadi promosi buruk juga bagi Kota Depok. Apalagi, kata Tholip, saat peresmian banyak yang mengabadikan dan menyebarkan foto-foto Alun-alun Kota Depok di media sosial. "Saya datang ke sini (alun-alun) karena penasaran lihat foto-fotonya di grup Whatsapp bagus-bagus," tukas Tholip.

Lantaran itu, Tholip berharap pemerintah Kota Depok segera menangani masalah tersebut."Perawatan dan petugas yang jaga di sana ditambah, tegur atau beri sanksi pengunjung yang tidak tertib, misalnya mungutin sampah sebab ini ikon kebanggaan Kota Depok," tegasnya.

Kepala Bidang Tata Bangun-an Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok Swandi mengatakan rerumputan rusak akibat diinjak pengunjung. Padahal, pihaknya sudah menulis larangan rumput jangan diinjak. "Tetapi masih banyak pengunjung yang membandel yang sengaja berjalan dan duduk diatas rumput tersebut," katanya.

Swandi mengaku kecewa adanya kerusakan sejumlah fasilitas alun-alun sebab baru saja diresmikan pada 12 Januari lalu. Ia berjanji pihaknya akan segera memperbaiki fasilitas yang rusak di alun-alun.

"Kita sudah melihat dan mendata seluruh kerusakan yang terjadi pascaperesmian alun-alun. Beberapa fasilitas akan kita ganti dan diperbaiki secepatnya," kata Swandikemarin. (KG/J-3)

BERITA TERKAIT