16 January 2020, 09:30 WIB

Jokowi Ingatkan Sandiaga Hati-Hati di 2024


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo berbincang dengan mantan Ketua Umum Hipmi Sandiaga Uno (kiri) .

PRESIDEN Joko Widodo menjadi pembicara kunci dalam acara Pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, kemarin. Dalam kesempatan itu, sebelum menyampaikan pidato, Kepala Negara sempat melontarkan pernyataan terkait pemimpin masa depan.

Di hadapannya ada Sandiaga Uno yang menjadi rival dalam Pilpres 2019. "Yang saya hormati, mantan ketua umum Hipmi yang saya tidak bisa sebutkan satu per satu. Yang saya hafal hanya satu, Bapak Sandiaga Uno," ujar Jokowi.

Setelah menyapa Sandi, Presiden kemudian menyinggung pemilihan presiden pada 2024. Menurutnya, akan ada kader Hipmi yang turut serta dalam pesta demokrasi itu.

Mendapat sapaan dari Jokowi, Sandiaga langsung berdiri dan diiringi tepuk tangan spontan dari para anggota Hipmi yang hadir. "Bapak Sandi hati-hati di 2024," sambung Jokowi disambut riuh teriakan anggota Hipmi.

"Tadi disampaikan Ketua Pembina Hipmi (Bahlil Lahadalia), yang hadir di sini ialah kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya, dan saya meyakini itu. Tapi, saya tidak sebutkan orangnya siapa," imbuhnya.

Bahlil Lahadalia saat menyampaikan sambutan juga menyinggung perihal keikutsertaan Sandiaga pada pemilihan presiden. Dia menyebut, Sandi bakal mencalonkan diri lagi dalam Pilpres 2014.

"Pak Sandi ini sebenarnya (pada Pilpres 2019) sudah tahu kalau Bapak (Jokowi) menang. Dia bilang sama saya daripada lihat orang lain yang ikut berkompetisi mendingan keluarga besar Hipmi saja," beber Bahlil.

Dalam kesempatan itu Presiden pun menyampaikan sudah menjawab keluhan Hipmi, yaitu berkaitan dengan kemitraan, baik kemitraan pengusaha muda dengan BUMN maupun dengan investor yang masuk ke Indonesia.

"Sekarang sudah saya jawab, Menteri BUMN dari keluarga besar Hipmi. Saya sudah titip kepada Bang Erick Thohir jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada di BUMN itu dikerjakan BUMN sendiri."

Beberapa mantan ketua umum Hipmi memegang peranan penting dalam pemerintahan seperti Bahlil Lahadalia yang kini menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kemudian Muhammad Lutfi yang pernah menjabat Menteri Perdagangan, dan Agung Laksono yang pernah menduduki jabatan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat masa pemerintahan SBY.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir yang juga mantan pe-ngurus Hipmi, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Pra/Ant/P-3)

BERITA TERKAIT