16 January 2020, 06:40 WIB

Jiwasraya Bayar Dana Nasabah Bertahap


Putra Ananda | Ekonomi

BERSAMAAN dengan penyelidikan kasus megakorupsi PT Asuransi Jiwasraya (persero) yang dilakukan Kejaksaan Agung, korporasi fokus menyiapkan sejumlah langkah untuk sesegera mungkin membayar dana  milik pemegang polis.

Hal ini dikemukakan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko kepada Media Indonesia seusai menghadiri diskusi bertema Jiwasraya, nasibmu nasibku jua: solusi karut-marut Jiwasraya yang digelar Fraksi Partai NasDem di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

"Pertama, perusahaan harus disehatkan dengan restrukturisasi keuangan oleh tim percepatan penyehatan bersama Kementerian BUMN," kata Hexana.

Langkah kedua, lanjut Hexana, pemerintah membentuk holding asuransi. "Tahap awal ini Jiwasraya belum menjadi holding. Ada instrumen yang akan dikeluarkan dan nanti (Jiwasraya) dibeli oleh holding."

Hexana memastikan perseroan akan menyelesaikan secara bertahap satu per satu persoalan keuangan yang membelit Jiwasraya. Korporasi akan melunasi kewajiban kepada pemegang polis berdasarkan keuntungan yang diperoleh.

"Kami akan membuat profil seluruh nasabah. Kami pun akan mencari solusi bagaimana meng alokasikan keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut," ujar Hexana.

Seusai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan kemarin, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan kerja pertama dari holding asuransi ialah mengembalikan dana nasabah secepatnya.

"Dengan holding, BUMN asuransi memiliki cashflow awal Rp2 triliun. Jika ditarik dalam waktu empat tahun, akumulasi dana menjadi Rp8 triliun. Jiwasraya sebelumnya telah membentuk anak usaha, yakni PT Jiwasraya Putra. Anak usaha ini kita lepas kepada investor dengan nilai Rp1 triliun-Rp3 triliun. Holding baru rampung Februari," ungkap Erick.

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta.

 

Panja

Kejagung menetapkan lima tersangka korupsi Jiwasraya sebesar Rp13,7 triliun, yakni mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Syahmirwan, mantan Dirkeu Jiwasraya Harry Prasetyo, Preskom PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro (Media Indonesia, 15/1).

Kemarin, Kejagung kembali memeriksa enam orang terkait kasus korupsi jumbo Jiwasraya. Mereka ialah Direktur PT Pan Arcadia Asset Management Irawan Gunari, mantan Direktur Pemasaran PT GAP Asset Management Arifadhi Soesilarto, Direktur PT Pool Advista Asset Management Ferro Budhimeilano, Direktur PT MNC Asset Management Ferry Kojongian, Direktur PT Sinar Mas Asset Management Alex Setyawan WK, dan mantan Marketing PT GAP Asset Management Ratna Puspitasari.

Hingga kini Kejagung telah memeriksa 41 orang saksi dan 5 di antaranya sudah menjadi tersangka.

Sementara itu, Komisi VI DPR resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya. Anggota Komisi VI dari Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung, mengungkapkan komisi akan meminta nama dari seluruh fraksi untuk menjadi anggota panja. "Setelah personalnya ada, segera bekerja." (Iam/Gol/Pra/Ind/Pro/Dsa/X-3)

BERITA TERKAIT