16 January 2020, 03:45 WIB

Beri Kesempatan Pengusaha Muda Garap Proyek BUMN


(Pra/Des/E-2) | Ekonomi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.
 Presiden Joko Widodo berpidato saat menghadiri acara pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) 

PRESIDEN Joko Widodo dengan tegas meminta Menteri BUMN Erick Thohir memberi kesempatan kepada pengusaha swasta lokal, terutama wirausahawan muda, untuk menggarap proyek perusahaan negara.

Hal itu diutarakan Jokowi saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Hotel Raffles, Jakarta, kemarin.

Dalam setahun, total nilai proyek dari seluruh BUMN bisa mencapai Rp2.400 triliun. Peluang sebesar itu, ucap Jokowi, mestinya tidak hanya dimakan oleh anak-anak hingga cucu-cucu usaha BUMN.

"Saya titip kepada Pak Erick, jangan sampai pekerjaan BUMN dikerjakan oleh BUMN sendiri. Dari dulu sudah saya ingatkan itu. Mestinya sekarang lebih jelas karena menterinya Pak Erick, keluarga besar dari Hipmi sendiri," ujar Presiden yang langsung disambut riuhnya tepuk tangan para pengusaha yang hadir.

Porsi besar seharusnya diberikan kepada para pelaku usaha muda agar mereka mendapatkan pengalaman dalam menggarap proyek pemerintah.

"Kalau itu bisa ditumbuhkan, pengusaha muda akan naik kelas. Jadi beri peluang kepada mereka," kembali Presiden menegaskan.

Tidak hanya BUMN, Presiden juga meminta investor asing untuk melibatkan perusahaan swasta lokal.

Presiden pun menugaskan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk merealisasikan hal tersebut.

Di kesempatan itu, Mardani H Maming yang terpilih sebagai Ketua Umum BPP Hipmi masa bakti 2019-2022 menyampaikan momen bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan akan terjadi pada 2030-2040 menjadi pekerjaan rumah para pengusaha. Bonus demografi itu diibaratkannya seperti pedang bermata dua. Jika Indonesia tidak siap, justru menjadi bencana.

"Bonus demografi ini dapat berpotensi menjadi bencana demografi kalau kita tidak siap. Sebagai contoh, pada SEA Games cabang sepakbola tahun 2019 lalu, Vietnam yang penduduknya sekitar 90 juta mampu mengalahkan tim nasional Indonesia yang penduduknya tiga kali lipat dengan skor 3-0. Hal itu bisa jadi menandakan SDM Vietnam lebih siap," ungkap Mardani. (Pra/Des/E-2)

BERITA TERKAIT