15 January 2020, 21:31 WIB

Ini Alasan Airlangga tidak Masukkan JK di Pengurus Golkar


Desi Angriani | Politik dan Hukum

KETUA Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan penunjukan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Penasihat berdasarkan pengalamannya di bidang politik. Luhut dinilai memiliki jaringan yang luas dan kerap menjembatani konflik.

"Ya tentu pak Luhut salah satu kader Golkar yang punya Kebijaksanaan dan jaringan yang luas," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/1).

Selain itu, Luhut disebut mantan kader atau politisi senior partai Golkar. "Karena kan Pak Luhut kader Golkar dan memang membutuhkan penasihat untuk banyak hal," ungkapnya.

Airlangga menambahkan nama Jusuf Kalla memang tak masuk dalam Dewan Pengurus Golkar. Namun, saran dan masukan dari mantan Wapres tersebut tetap diperlukan.

"Ya beliau sebagai senior Partai Golkar yang setiap saat memberikan masukan dan ada beberapa tokoh-tokoh dekat dengan beliau yang ditugaskan di Partai Golkar. Beliau menugaskan," kata dia.

Terdapat lima dewan dalam pengurus Golkar yakni Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, dan Dewan Etik.

Aburizal Bakrie menjadi Ketua Dewan Pembina dan Luhut Binsar memimpin Dewan Penasihat. Kemudian Agung Laksono sebagai Ketua Dewan Pakar, Akbar Tandjung sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Mohammad Hatta sebagai Ketua Dewan Etik. Bambang Soesatyo sebagai wakil ketua umum dan Airin Rachmi Diany sebagai Ketua DPP Golkar. (X-15)

Baca juga: Luhut, Ical, Agung Laksono, dan Ponakan JK Masuk Pengurus Golkar

Baca juga: Kubu Bamsoet Dipastikan Ditampung di Kepengurusan Partai Golkar

Baca juga: Golkar Usung Tradisi Urunan Danai Pilkada 2020

BERITA TERKAIT