16 January 2020, 01:15 WIB

Marsha Timothy Mengasah Empati lewat Akting


Fathurrozak | Hiburan

AKTRIS Marsha Timothy, 41, telah bermain film di berbagai genre dan karakter peran. Kegemaran berakting tak hanya ia salurkan dengan bermain film, tetapi juga ke dunia panggung teater.

Menurut Marsha, akting ialah pekerjaan yang mengasah empati dan simpati. Oleh karenanya, ia tidak pernah menutup peluang untuk bermain dengan karakter yang mungkin saja tidak ia inginkan atau tidak ia suka. Kemauan untuk terus belajarlah yang mendorongnya berada pada posisinya saat ini, yakni aktris yang mampu membawakan peran apa pun dengan meyakinkan.

"Ternyata dari mencoba pada saat awal-awal, kemudian saya baru tahu sesuka dan sejatuh cinta itu dengan akting. Saya tidak pernah membatasi peran yang saya mau," ungkapnya saat ditemui di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

"Menurut saya, yang paling penting ialah jangan berhenti untuk belajar dan mencari tahu dan terus memperdalam pengetahuan, mengasah sensitivitas. Akting merupakan pekerjaan yang luar biasa karena bisa mengasah simpati dan empati saya. Dengannya, saya belajar menjadi manusia yang lebih baik," imbuh Marsha.

Kecintaan Marsha pada dunia film dan peran juga disebabkan kerja sama antardepartemen yang saling berkait. Baginya, tidak bisa seorang aktor hanya menonjol sendiri. Semua memiliki peran dalam menghasilkan karya yang utuh.

Marsha telah menjajal beragam genre film. Salah satu filmnya yang menarik perhatian ialah Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Melalui film ini, Marsha mendapat penghargaan Piala Citra 2018 untuk kategori pemeran utama wanita terbaik.

"Semakin luas (genre), semakin menyenangkan buat kita. Semakin excited kita mengerjakan setiap proyeknya. Tiga tahun belakangan ini saya juga mulai nyoba (main) di panggung. Jadi memang secinta itu saya dengan akting," lanjut perempuan kelahiran 8 Januari 1979 itu.

Lakon panggung yang pertama kali dimainkan Marsha ialah Perempuan-Perempuan Chairil yang disutradarai Agus Noor. Dalam lakon itu, ia beradu peran dengan Reza Rahadian, Chelsea Islan, Tara Basro, dan Sita Nursanti.

 

Komedi romantis

Meski beberapa kali beradu peran dengan Reza Rahadian di panggung, sebelumnya Marsha justru belum pernah beradu peran dengan Reza di layar perak. Dalam film komedi romantis garapan Viva Westi, yakni Toko Barang Mantan, keduanya pun akhirnya bermain bareng.

Film ini berkisah tentang dunia Tristan (Reza) dan Laras (Marsha) yang sudah tidak lagi menjadi pasangan, tapi masih memiliki perkara perasaan yang belum tuntas. Bagi Marsha, tema mantan tidak selamanya diasosiasikan dengan sesuatu yang buruk dan negatif.

"Buat saya mantan tidak selalu yang mengerikan atau yang menyakiti. Proses pendewasaan mengenal orang-orang yang ada di hidup kita. Dan itu menjadi pembelajaran dan pendewasaan untuk hidup masing-masing," tuturnya.

Karakter Laras yang ia perankan, menurutnya, menjadi representasi dari beberapa perempuan. "Seperti mewakili banyak perempuan. Tidak melulu setiap orang bisa sangat tegas. Banyak karakter yang seperti Laras. Ingin move on, tapi ada yang belum selesai. Tidak melulu kita bisa cepat menentukan sikap. Ada juga yang memang membutuhkan proses." (Medcom.id/H-3)

BERITA TERKAIT