15 January 2020, 23:15 WIB

Pesawat Ukraina Dihantam Dua Rudal Iran


MI | Internasional

AFP
 AFP
Pesawat jatuh di Iran

REKAMAN kamera keamanan yang diverifikasi The New York Times menunjukkan dua rudal yang ditembakkan terpisah 30 detik menjatuhkan pesawat Ukraina bernomor penerbangan 752, menewaskan semua penumpang.

Video memperlihatkan proyektil ganda meluncur cepat memecah langit malam sebelum mengenai target. Rudal diluncurkan dari situs militer Iran sekitar delapan mil dari pesawat.

Proyektil-proyektil itu ditembakkan 30 detik terpisah dan menjawab pertanyaan kenapa transponder pesawat tidak berfungsi ketika jet meluncur ke tanah. Transporder menjadi tidak berfungsi atau nonaktif akibat serangan pertama, sebelum terhantam rudal kedua, kata The New York Times.

"Film buram, diambil dari atap di sebuah desa empat mil dari situs militer Iran, menunjukkan pesawat yang menuju Kiev terbakar dan berputar kembali ke bandara Teheran," kata The New York Times. Beberapa menit kemudian, pesawat meledak dan jatuh.

Iran selama berhari-hari membantah klaim kekuatan Barat bahwa Boeing 737 telah jatuh oleh misil mereka.

Teheran kemudian melalui komandan ruang udara Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh, mengakui seorang operator rudal telah salah mengira pesawat Ukraina International Airlines sebagai rudal jelajah dan melepaskan tembakan.

Insiden itu terjadi ketika angkatan bersenjata Iran berada dalam siaga tinggi setelah meluncurkan serangkaian rudal di pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan Amerika Serikat. Serangan itu sebagai pembalasan atas pembunuhan jenderal senior mereka, Qasem Soleimani, pada 3 Januari.

Iran juga berjuang untuk mengatasi kemarahan masyarakat atas tragedi penembakan pesawat Ukraina. Ratusan pemrotes yang marah turun ke jalan.

Video-video baru yang beredar di media sosial menunjukkan protes baru, Selasa (14/1) malam, di universitas-universitas di Teheran, bersama dengan bentrokan antaramahasiswa dan milisi Basij yang setia pada kelompok mapan Iran. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT