15 January 2020, 22:25 WIB

Saat yang Tepat untuk Tanam Duit


Despian hidayat | Ekonomi

TAHUN  ini diprediksi menjadi tahun yang tepat bagi para investor untuk menanamkan duitnya di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif di tengah tekanan ekonomi global menjadikan posisi Indonesia unggul dibandingkan negara atau kawasan lain. Dengan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa yang stagnan,  dipastikan aliran investasi akan ke negara-negara berkembang.

“Indonesia menjadi salah satu negara di Asia yang perekonomiannya berpotensi besar di tahun 2020. Jadi saya yakin index kita catching up ke 7.000. Ini juga jadi kesempatan yang baik bagi generasi muda untuk berinvestasi,” ungkap Chief Economist tanamduit, Ferry Latuhihin dalam  diskusi bertajuk “Time to Invest: This Decade Belongs to Asia” di Financial Club Jakarta, Selasa (14/1)

Hal senada juga disampaikan Fund Manager First State Investments Indonesia Guntur Prasetyo mengatakan kondisi ekonomi global diperkirakan membaik ditandai dengan berakhirnya perang dagang China - Amerika Serikat.

Guntur melihat Indonesia masih menjadi tujuan investasi mengingat secara ekonomi dinilai lebih stabil dibanding negara-negara berkembang lainnya karena didorong sektor konsumsi.

“Kalau ekonomi kita biasa-biasa saja maka aliran dana pasti ke negara berkembang lainnya,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia Suheri menambahkan adanya perkembangan teknologi dan cara untuk berinvestasi, pertumbuhan jumlah nasabah secara individu maupun korporasi yang berinvestasi   tidak terelakan.

Di Indonesia sendiri, terdapat banyak startup yang dapat menjadi pilihan bagi para generasi muda yang ingin berinvestasi.

“Kesadaran akan kebutuhan di usia pensiun menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat di Indonesia untuk berinvestasi sejak dini,” ujar  Suheri.


Konsumsi Terjaga

Dalam kesempatan terpisah, Standard Chatered Bank memproyeksikan ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan sebanyak 5,1% tahun ini. Pertumbuhan ini dikatakan memiliki presentase sedikit lebih tinggi dari dari tahun 2019 yakni 5,0%.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga diprediksi menguat dari Rp13.900 di akhir 2019 menjadi Rp13.800 di akhir 2020.

“Kami memproyeksikan pertumbuhan yang stabil dalam konsumsi rumah tangga dengan pasar tenaga kerja yang sehat dan meningkatnya belanja sosial pemerintah untuk meredam dampak kenaikan harga barang yang diatur pemerintah,” ungkap Senior Economist Standard Chatered Bank Indonesia, Aldian Taloputra di Jakarta, Rabu (15/1).

Lebih lanjut, Aldian pun mengatakan bahwa ini menjadi kesempatan yang baik untuk berinvestasi.
Hal senada pun diungkapkan oleh Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia, Andrew Chia.

Menurutnya, Standard Chartered optimis akan pertumbuhan Indonesia yang stabil di tahun ini . Ketahanan ekonomi Indonesia di 2019 membawa optimisme positif memasuki 2020.

Namun demikian juga dia mengingatkan untuk tetap mewaspadi  guncangan ekonomi global yang dapat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.

Dampak tensi geopolitik yang naik akibat krisis AS dan Iran perlu diperhatikan(E-1)

BERITA TERKAIT