15 January 2020, 18:31 WIB

Diperiksa Kejagung, Enam Saksi Jiwasraya Memilih Bungkam


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Jiwasraya

SEBANYAK enam saksi kasus megakorupsi PT Asuransi Jiwasraya yang diperiksa hari ini enggan berkomentar setelah diperiksa oleh Kejaksaan Agung di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus.

Enam saksi yang diperiksa hari ini (15/1) yakni Direktur PT Pan Arcadia Asset Management, Irawan Gunari, Mantan Direktur Pemasaran PT GAP Asset Management, Arifadhi Soesilarto, Direktur PT Pool Advista Asset Manegement, Ferro Budhimeilano, Direktur PT MNC Asset Management, Ferry Kojongian, Direktur PT Sinar Mas Asset Management, Alex Setyawan WK dan Mantan Marketing PT GAP Asset Management, Ratna Puspitasari.

Alex Setyawan yang keluar menuju mobil memilih menutup mulut dan memilih tidak berkomentar apapun di hadapan media, dirinya hanya tertawa.

Sama seperti lainnya. Irawan Gunari juga enggan berkomentar dan meminta menanyakan ke penyidik Kejaksaan Agung. Dirinya merupakan orang terakhir yang selesai diperiksa. Ia keluar Gedung Bundar pada pukul 18.00 WIB.

"Mungkin tanya penyidiknya, bukan tanya saya. Maaf maaf saya gak bisa kasih (penjelasan)," Kata Irawan usai selesai diperiksa di Gedung Bundar, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Rabu (15/1).

Sebelumya, Kejaksaan Agung menahan lima orang atas kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya. Dari lima orang tersangka salah satunya ialah Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim.

Selain, Hendrisman, tersangka lainnya ialah mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (Tram), Heru Hidayat; Komisaris PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro; dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo. (OL-4)

BERITA TERKAIT