15 January 2020, 14:45 WIB

Demi Investasi, Presiden tak Masalah Namanya Dicatut Bahlil


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

DALAM waktu kurang dari 100 hari kerja, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim telah mengeksekusi investasi sebesar Rp200 triliun yang sebelumnya tersendat.

Namun dibalik itu, ternyata ada upaya sedikit nakal yang dilakukan dan hal tersebut diketahui Presiden Joko Widodo.

"Sekarang pembebasan lahan dua minggu bisa selesai walaupun mengancamnya pakai nama presiden. Mengancam bupati, wali kota, gubernur biar langsung tanda tangan. Saya tahu itu bawa-bawa nama saya," ujar Jokowi saat menghadiri Pelantikan BPP Hipmi di Jakarta, Rabu (15/1).

Namun, menurut Kepala Negara, hal itu sah-sah saja dilakukan selama investasi yang telah masuk ke Tanah Air bisa segera dieksekusi.

"Walaupun bawa nama saya, masalah bisa selesai. Buat saya tidak ada masalah. Akhirnya rampung, dua minggu selesai," tuturnya.

Baca juga: Banyak Saingan di Pilpres, Jokowi: Bapak Sandi Hati-Hati di 2024

Sebelumnya, Presiden menyebut ada total investasi sebesar Rp780 triliun yang sudah ada di dalam negeri tetapi proyek tidak bisa berjalan karena berbagai persoalan, utamanya dari konflik lahan.

"Pembebasan lahan yang tinggal kecil saja tidak selesai-selesai sehingga proyek tidak bisa dimulai. Investasi sudah di dalam negeri tapi kita tidak bisa eksekusi karena terhambat izin di provinsi, di kabupaten, di kota. Memang ini persoalan besar kita. Ada 42 ribu regulasi kita tumpang tindih," ungkap Jokowi.(OL-5)

BERITA TERKAIT