15 January 2020, 12:35 WIB

Disdik Flores Timnur Validitasi Data Sekolah Terkait Dana BOS


Ferdinandus Rabu | Nusantara

ADANYA perubahan mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Pemkab Flores Timur akan melakukan validasi data sekolah penerima dana BOS.
Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan dana BOS langsung ke rekening masing-masing sekolah. Sekretaris Dinas Pendidikan Flores Timur, Fransiskus Saverius Resiona, saat dikonfirmasi Rabu (15/1) mengatakan dengan adanya perubahan mekanisme penyaluran dana BOS, setiap daerah wajib melakukan validasi data selambat-lambatnya 20 Januari 2020.

"Sudah kami terima surat edaran tersebut. Untuk tahun ini, mekanisme penyaluran dana bos berubah sistem penyalurannya dan tidak seperti tahun lalu. Tahun ini penyaluran dana BOS langsung ke rekening sekolah. Dari rekening kas umum negara disalurkan langsung ke rekening sekolah. Sehingga setiap daerah melalui dinas pendidikan dan satuan pendidikan segera melakukan validasi data penerima dana bos hingga batas waktu tanggal 20 Januari. Selanjutnya nanti pihak kementrian pendidikan akan mengambil data hasil validasi tersebut untuk dibuatkan surat keputusan (SK), terkait penyaluran alokasi dana bos," kata Fransiskus.

Selama ini penyaluran dana BOS sering kali terlambat atau tidak tepat waktu.

"Hingga saat ini kami masih mengumpulkan data sekolah-sekolah mana  yang hingga kini belum menerima dana bos tahap ke-4 di tahun 2019.   Mudah-mudahan dengan adanya perubahan mekanisme penyaluran untuk tahun 2020 ini, dana bos dapat disalurkan tepat waktu dan tidak lagi tersendat," harap Fransiskus.

baca juga: UEA Tertarik Berinvestasi di Aceh, Pemprov Diminta Berbenah
 
Kabupaten Flores Timur pada tahun 2019 lalu mendapatkan alokasi dana bos sebesar Rp30 miliar lebih, yang dialokasikan untuk ratusan sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menegah pertama. Sementara untuk  2020, belum dapat dipastikan besarnya alokasi dana BOS dan jumlah sekolah penerima dana BOS.

"Saat ini kami masih melakukan rekap dan validasi data hingga batas waktu 20 Januari nanti," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT