15 January 2020, 12:30 WIB

Kantor Bersama Ekspor Mudahkan Eksportir


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

LEMBAGA National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan meresmikan kantor bersama ekspor (KBE) guna memudahkan kepentingan para eksportir terkait informasi dan konsultasi ekspor di jalan Pramuka, Rawamangun, Jakarta Pusat, Rabu (15/1).

Kepala LNSW, M Agus Rofiudin, menyatakan, diresmikannya KBE merupakan wujud komitmen LNSW, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Dirketorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak untuk memudahkan eksportir di Indonesia dalam mengakses informasi dan konsultasi terkait kegiatan ekspor.

Selain meresmikan KBE, LNSW turut merilis aplikasi Indonesia National Single Window (INSW) mobile.

"Kami sudah menyelesaikan target yaitu peresmian aplikasi mobile yang mungkin sangat sederhana. Ini cukup lengkap, misal untuk melihat HS dan detailnya bisa dilihat," kata Agus.

"Nanti kami akan lengkapi dengan tarif di negara tujuan ekspor, sehingga nanti UKM tidak kesulitan mengenai besaran, NIB dan status tracking itu ada di dalam genggaman," imbuhnya.

Baca juga:  Kemendag Dorong Ekspor Produk UMKM ke Timur Tengah

Agus mengatakan, ada tiga hal utama yang didorong dari diresmikannya KBE tersebut. Pertama, penyediaan akses informasi yang terintegrasi terkait kegiatan ekspor. Kedua terkait dengan pembiayaan yang kerap menjadi kesulitan bagi pelaku ekspor khususnya UMKM.

"Pelaku ekspor UMKM merupakan salah satu fokus dalam pencapaian kenaikan ekspor nasional mengingat jumlah pelaku UMKM yang ada di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya yakni berkisar 59,2 juta di tahun 2019 sesuai dengan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM)," terang Agus.

Ketiga yakni terkait akses pasar, melalui KBE pelaku ekspor UMKM dapat melihat proyeksi pasar untuk memasarkan produk-produk unggulannya.

"Jadi misalnya selama ini pelaku UMKM hanya melakukan kegiatan ekspor tujuan Korea, ternyata pasar Eropa juga menjadi salah satu marketplace yang berpotensi besar untuk menerima produk mereka. Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan atas market research bisa dengan komprehensif didapatkan oleh para pelaku UMKM di Kantor Bersama Ekspor ini," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengatakan peresmian KBE dan peluncuran aplikasi INSW merupakan langkah positif yang diambil untuk mendukung eksportir.

"Nantinya setiap hal-hal yang harus dan segera dikomunikasikan terkait ekspor dapat menjadi lebih mudah dengan adanya keberadaan Kantor Bersama Ekspor yang berlokasi di kantor LNSW," terang Hadiyanto.

Selain itu, diharapkan pula dengan keberadaan KBE segala kebutuhan eksportir terkait informasi dan data kegiatan ekspor dapat terpenuhi.

"Sehingga eksportir yang datang ke sini bisa melihat lebih luas jangkauan karena asistensi yang diberikan," tuturnya.

Kemudian Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Daniel James Rompas, mengatakan, di 2020, LPEI akan fokus mendorong UMKM yang berorientasi pada ekspor.

"Di tahun 2020, LPEI akan memfokuskan pada UMKM orientasi ekspor sesuai dengan arahan Presiden. Kedepannya kerja sama dengan seluruh pihak sangat dibutuhkan," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT