15 January 2020, 07:31 WIB

Proyek Flyover Mundur, Kontraktor Didenda Rp5,2 Juta/Hari


Antara | Nusantara

PT Bina Mulya Lampung, kontraktor rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan flyover (jalan layang) Komarudin-Abdul Haq dikenakan denda kurang lebih Rp5,2 juta/hari karena pengerjaan tersebut mundur dan tidak sesuai masa kontrak yang ditetapkan sebelumnya.

"Pihak rekanan akan kena denda karena pekerjaannya mundur dan denda itu terhitung dari tanggal 1 Januari 2020," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, di Bandar Lampung, Selasa (14/1).

Ia menjelaskan PT Bina Mulya tersebut didenda karena harusnya jalan layang tersebut selesai pada Desember 2019.

"Saat ini pengerjaannya sudah selesai 85 persen dan sisa 15 persen lagi diperkirakan pertengahan Februari 2020 selesai," kata Iwan.

Proyek jalan layang di Jalan Komarudin-Kapten Abdul Haq menelan anggaran Rp35 miliar dan dikerjakan dari pertengahan tahun 2019. Saat ini pembangunan menyisakan 15 persen lagi.

"Denda itu didapat dari dana proyek yang dikalikan sisa pekerjaan, kemudian dikalikan 1/1000 setiap harinya maka dapatlah angka kurang lebih Rp5,2 juta/hari," tambahnya.

Ia mengatakan bahwa masih ada waktu sebulan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pihaknya pun terus mengebut proyek itu sambil menunggu pihak PLN memindahkan beberapa tiang listrik yang masih ada di ruas Jalan Komarudin. Pengawas PT Bina Mulya Lampung Sutarno mengungkapkan bahwa sampai saat ini pengerjaan jalan layang itu tinggal 15 persen lagi dan meyakini proyek tersebut akan selesai pada pertengahan Februari 2020.

baca juga: Pemkab Pidie Libatkan ASN Untuk Gerakan Penghijauan

"Nanti akhir Februari jalan layang ini sudah bisa dioperasikan, sedangkan untuk denda itu memang ada dan sudah sesuai dengan kontrak yang kita lakukan dengan Pemkot Bandar Lampung," jelasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT