15 January 2020, 07:40 WIB

Pengungsi Berharap Dapat Segera Pulang


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PIHAK berwenang Filipina memperingatkan bahwa Gunung berapi Taal dapat memuntahkan lava dan abu selama berminggu-minggu. Kondisi tersebut mengkhawatirkan ribuan orang yang harus menunggu di berbagai tempat pengungsian.

Banyak warga terpaksa meninggalkan ternak, hewan peliharaan, serta rumah mereka yang penuh barang setelah pihak berwenang membunyikan alarm bakal terjadinya letusan eksplosif.

Sekitar 30.000 warga saat ini berada di tempat penampungan. Gerald Aseoche, 30, merupakan salah satu warga yang harus mengungsi bersama empat anaknya yang masih kecil.

"Saya berharap pengungsian ini tidak akan berlangsung terlalu lama karena saya akan kehilangan pekerjaan jika tidak segera masuk kantor. Namun, saya tidak bisa meninggalkan anak-anak. Urusan keluarga nomor satu ," ujar Aseoche yang bekerja sebagai pelukis.

Kawah gunung berapi itu mengeluarkan awan abu vulkanis yang menjulang tinggi dan semburan lava merah, Minggu (12/1). Aktifnya Gunung Taal memaksa warga yang tinggal di sekitar gunung di selatan Manila itu mengungsi ke tempat yang aman. Sejumlah penerbangan di bandara internasional juga sempat dibatalkan.

AFP/Ted ALJIBE

Para warga Korban erupsi gunung Taal berkumpul di tempat penampungan pengungsian di kota Tanauan, provinsi Batangas, di Selatan Manila,Filipina.

 

Bantuan

Ketua Palang Merah Filipina, Richard Gordon, mengatakan pihaknya siaga penuh untuk membantu para korban letusan Gunung berapi Taal. Palang Merah sejauh ini telah mengirimkan lima mobil ambulans dan tim cepat tanggap.

Pihaknya juga menyiapkan meja pertolongan. Di situ tersedia masker antidebu, makanan panas, dan kendaraan penyelamat.

"Kami menyarankan semua orang untuk mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari menghirup debu secara langsung," kata Gordon.

Setelah melihat abu vulkanis yang terus menutupi jalan raya dan jalan-jalan sampai ke wilayah Metro Manila, Gordon menyarankan warga lanjut usia atau mereka yang memiliki masalah pernapasan untuk selalu didampingi.

"Abu vulkanis di atap rumah harus di sapu karena dapat menyebabkan atap runtuh ketika hujan," ucapnya. (AFP/PNA/Hym/Rif/X-11)

BERITA TERKAIT