15 January 2020, 06:30 WIB

Formula Baru Ditemukan, Pasien Hemofilia A Kini Bisa Diobati


. (Aiw/H-2) | Humaniora

 MI/ARYA MANGGALA
  MI/ARYA MANGGALA
Sejumlah anak penyandang hemofilia mengikuti permainan pada peringatan hari hemofilia sedunia di Hotel Aryaduta, Karawaci, Banten, Minggu  

AHLI Biomedik UI Saptuti Chunaeni mengembangkan formula kriopresipitat kering (minipool cryoprecipitate/MC) untuk memudahkan pengobatan hemofilia atau kelainan pendarahan. Dengan begitu, pasien tidak perlu melakukan pengobatan di rumah sakit.

Hal itu diutarakan Saptuti dalam sidang terbuka promosi doktornya lewat disertasinya yang berjudul Upaya Meningkatkan Stabilitas Faktor VIII dengan Cara Liofilisasi Produk Minipool Cryoprecipitate untuk Tata Laksana Penderita Hemofilia A di Indonesia.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan F VIII pada MC kering pada suhu 4 derajat Celsius dan suhu kamar mempunyai stabilitas serta keamanan yang setara dengan MC cair yang disimpan pada suhu di bawah -20 derajat Celsius sampai pada masa simpan 30 hari," ungkapnya.

Penelitian ini, kata Saptuti, merupakan peluang bagi upaya tata laksana hemofilia A yang lebih praktis, mudah, dan dapat dikembangkan menjadi terapi profilaksis di rumah.

Hemofilia merupakan kelainan perdarahan yang paling sering dijumpai. Gejala perdarahan yang dijumpai pada penderita hemofilia ialah mudah memar, perdarahan yang lama setelah luka atau operasi, dan gejala yang karakteristik, yaitu perdarahan spontan pada sendi atau hematoma di jaringan lunak.

Penyakit yang menurun secara genetik ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu hemofilia A akibat kekurangan faktor VIII (F VIII) dan hemofilia B karena kekurangan faktor IX (F IX). Namun, hemofilia A merupakan jenis yang paling banyak, yaitu mencapai 80%-85%. Penderita hemofilia umumnya laki-laki, sedangkan perempuan sebagai pembawa sifat.

Selama ini perdarahan pada hemofilia dapat diatasi dengan cara memberikan replacement therapy (terapi sulih) berupa konsentrat F VIII atau F IX. Pengobatan utama hemofilia A ialah terapi sulih dengan konsentrat F VIII intravena atau transfusi kriopresipitat. "Faktor VIII kalau konsentratnya kan masih diimpor, itu sangat mahal," ujarnya.

Sementara itu, pengobatan yang lebih murah dengan metode transfusi kriopresipitat masih terkendala kandungan F VIII dan keamanan yang perlu ditingkatkan. Lagi pula, metode ini hanya dapat diberikan pada penderita yang golongan darahnya sama dengan pendonor. (Aiw/H-2)

BERITA TERKAIT