14 January 2020, 22:43 WIB

DPRD Minta Posisi Pompa Air Ditinggikan Agar Tidak Terendam


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Antara
 Antara
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Aliran Timur memantau aliran air di Stasiun Pompa Ancol, Jakarta Utara, Rabu (8/1/2020).

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Syarif meminta pompa-pompa air yang rusak segera diganti oleh Gubernur Anies Baswedan.

Menurutnya, dari rekomendasi anggota DPRD yang tergabung dalam pansus banjir, menyarankan posisi pompa air lebih tinggi agar tidak terendam lagi.

"Beberapa teman dewan menyarankan kepada sudin agar pompa air dipasang lebih tinggi. Kemarin kan susah diprediksi curah hujannya. Curah hujan ekstrem kemarin (1/1)," kata Syarif saat dihubungi Media Indonesia, Jakarta, Selasa (14/1).

Syarif mengetahui bahwa ada beberapa pompa yang sengaja dimatikan karena untuk menjaga keamanan. Ada mekanisme dalam pengaturan operasional pompa air.

Sebelumnya, Ketua Komisi A dari Fraksi Demokrat, Mujiyono mengungkapkan faktor penyebab utama banjir di wilayah Jakarta Barat karena pompa yang rusak dan terendam.

Selain itu ada pompa yang kehabisan solar dan tidak bisa dioperasikan karena sudah berumur tua.

"Jadi ada caranya bukan sekedar pompa harus hidup. Kalau pompa dimatikan karena tak bisa dipakai untuk memompa yang alur pembuangannya lebih tinggi," kata Syarif,"

Lalu, persoalan hujan eksterm yg melimpas itu membuat pompa air terendam. Pompa terendam dulu, bukan karena dia mati. Pompanya sudah terendam kemudian tidak berfungsi, bukan rusak dulu, terus ada banjir, enggak," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kanal Banjir Barat (KBB) Dinas Sumber Daya Air, Ciko Tricanescoro menegaskan pihaknya sudah memperbaiki pompa di Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara

"Pompa Teluk Gong sudah kita perbaiki pada tanggal 4. Dalam waktu sekitar 8 jam langsung hidup lagi. Kalau di aliran barat lainnya kayaknya belum ada lagi ya," tandas Ciko kepada Media Indonesia. (OL-8)

BERITA TERKAIT