15 January 2020, 04:55 WIB

Andini Effendi Dinobatkan sebagai Presenter Terbaik se-Asia


Atikah Ismah Wahyu | Hiburan

PRESENTER Metro TV Andini Effendi, 37, berhasil meraih penghargaan dengan kategori best current affairs di ajang Asian Television Awards (ATA) 2019. Ini merupakan piala kedua bagi Andini setelah sebelumnya memenangi kategori serupa pada ajang Asian Television Awads (ATA) 2018 lalu.

Andini mengaku tidak menduga dirinya kembali terpilih sebagai pemenang. Menurutnya, penghargaan kali ini merupakan akhir yang indah bagi program yang dia bawakan, Q&A, yang kini telah usai.

"Aku kaget banget. Udah gitu kan sebenarnya Q&A sudah habis tahun ini. Jadi, ini perfect ending-lah buat Q&A karena (program) itu sangat menyenangkan. Apalagi di enam bulan terakhir, kan benar-benar di bawah tim yang aku pilih jadi senang banget ada penghargaan untuk kita semua dalam tim itu. Jadi kayak pemungkas yang indah aja gitu lo," kata Andini saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (14/1).

Meski telah dua kali memenangi kategori serupa di ajang yang sama, Andini mengaku tidak tahu-menahu apa saja kriteria khusus penilaian para juri. Ia menambahkan, kriteria umum yang harus dipenuhi untuk menjadi nominasi ialah news dan current affairs.

Wanita kelahiran Jakarta ini menuturkan, dia juga tidak melakukan persiapan sedikit pun untuk menghadiri ajang tersebut. Apalagi nominasi lainnya merupakan rekan sesama presenter Metro TV, yakni Ade Mulya dan Zilvia Iskandar.

"Aku pikirnya, ya udah, aku udah dapet. Terus siapa pun yang menang, yang menang tetap (dari) Metro TV. Jadi kayak udah lebih santai aja sambil jalan ke sana sama teman yang jarang hangout bareng di Jakarta. Benar-benar enggak bikin speech, enggak bikin apa-apa," imbuhnya.

Dalam akun Instagram-nya, Andini juga menyampaikan terima kasih kepada timnya. "To my @qna_metrotv team, it has been a blast working with you all. I couldn't have done it without all of you. I can't thank you enough!" tulisnya. Asian Television Awards merupakan ajang penghargaan industri televisi paling bergengsi di Asia. Pada perhelatan yang ke-24 ini, ATA digelar di Manila, Filipina.

 

Passion

Andini mengatakan, menjadi jurnalis merupakan passion baginya sehingga dia tidak pernah merasa kesulitan dalam menjalankan pekerjaan. Untuk terus meningkatkan kemampuannya sebagai presenter yang banyak terjun ke lapangan, mendengar dan bercerita dengan banyak orang, Andini mengaku dirinya sering membaca buku dan mendengarkan perbincangan di podcast.

Andini telah memulai kariernya sebagai pembawa acara sejak 2005. Perempuan kelahiran 12 Desember 1982, itu, telah menjadi salah satu pembawa berita kenamaan Indonesia. Berbagai liputan juga telah ia jalani, termasuk perang sipil di Libia pada 2011.

Penggemar traveling ini selalu menyempatkan waktu untuk melakukan perjalanan singkat, termasuk saat-saat perjalanan dinas. "Kalau worktrip, saya selalu ambil extend (perpanjangan) untuk bisa ambil liburan sendiri," tutur Andini. Kesempatan terbuka baginya, apalagi pekerjaannya sebagai jurnalis mengantarkannya ke beragam tempat dan bertemu orang dengan berbagai latar belakang budaya.

Menjelajah berbagai negara, jurnalis yang sempat meliput bom Boston 2013 itu mengaku kagum dengan kebudayaan negara-negara di Amerika Latin. Selain makanan, ia merasakan banyak kesamaan antara Indonesia dan negara-negara di Amerika Latin, seperti warna kulit dan kekerabatan keluarga yang erat. (H-3)

BERITA TERKAIT