15 January 2020, 03:55 WIB

Mulai Semester II Subsidi Elpiji Jadi Selektif


MI | Ekonomi

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan rencana pemerintah menghentikan subsidi pada harga elpiji 3 kilogram (gas melon) pada semester II tahun ini.

"Elpiji ini tantangan kita di 2020. Secara prinsip elpiji 3 kg hanya untuk masyarakat yang berhak, sedang persiapan subsidi langsung kepada masyarakat. Mudah-mudahan pertengahan tahun ini bisa diterapkan," ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenko Maritim dan Investasi, serta Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk menyiapkan skema penyaluran yang baru agar tepat sasaran.

"Berbagai sektor terkait sudah setuju untuk elpiji 3 kg secara tertutup, hanya untuk masyarakat yang berhak," ucapnya.

Ia mengemukakan beberapa skema yang muncul untuk penyaluran subsidi, yakni dengan menggunakan kartu atau barcode yang terhubung dengan perbankan.

"Uji coba di beberapa tempat pakai kartu, Pertamina pakai QR code. Nanti yang beli elpiji 3 kg langsung terekam. Misal, beli tiga tabung Rp100 ribu, nanti langsung transfer ke QR ini. Data sudah ada, kebijakan seperti apa belum diputuskan," papar Djoko.

Penyaluran subsidi yang tepat sasaran, menurut dia, akan menghemat anggaran subsidi elpiji hingga 15%. Nantinya, imbuh Djoko, harga elpiji 3 kg sesuai harga pasar seperti diberlakukan pada elpiji 12 kg.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Mohammad Hidayat menambahkan, selama ini elpiji 3 kg yang disalurkan ke masyarakat mencapai 6,9 juta ton per tahun.

"Ke depan, subsidi bukan pada komoditasnya, tapi pada orang yang berhak sehingga saving makin besar," ujarnya. (Ant/E-2)

BERITA TERKAIT