14 January 2020, 21:18 WIB

Vox Point Indonesia Bersama Polri Sepakat Mengawal Pluralisme


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

VOX Point Institut Indonesia bersama Mabes Polri sepakat untuk bersama-sama mengawal pluralisme di tanah air.

Hal tersebut terungkap dalam silaturahmi kebangsaan Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisejati dengan Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/1).

"Tentu saja tugas kita bersama adalah bagaimana kita mengelola keberagaman yang ada dalam bangsa ini agar menjadi kekuatan bukan justru membawa perpecahan," kata Argo.

Dari sisi keamanan dalam negeri, kata dia persoalan intoleransi dan hoaks menjadi perhatian utama kepolisian.

"Saat ini kita masih memberi perhatian besar pada kasus-kasus intoleransi, hoaks dan juga ujaran kebencian. Nah dalam konteks ini saya rasa Vox Point Indonesia bisa mengmbil peran agar kita perangi bersama," lanjut Argo.

Baca juga : Vox Point Indonesia Jalin Silaturahmi Kebangsaan ke DPP PKS

Argo menambahkan gesekan yang paling dirasakan saat ini adalah sentimen keagamaan dibandingkan dengan konflik suku atau ethnik. Ia menilai konflik etnik dan gesekan antara suku sudah mulai berkurang tetapi gesekan antaragama justru meningkat.

Menurut Argo intoleransi yang marak terjadi di masyarakat saat ini juga tidak terlepas dari perkembangan teknologi.

"Perubahan di masyarakat sudah begitu cepat. Hoaks dan ujaran kebencian susah dibendung sehingga mudah juga melakukan provokasi. Ini yang jadi perhatian kita," bebernya.

Padahal bangsa ini punya semangat kekeluargaan dan gotong royong yang harus dihidupkan kembali.

"Sekarang itu jarang terjadi, padahal gotong royong sangat penting sehingga masyarakat bisa berinteraksi. Beda dengan dulu dimana orang bahu-membahu bakti sosial," bebernya.

Baca juga : Semangat Antikorupsi Harus Jadi Budaya di Masyarakat

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati menyampaikan apresiasinya atas kerja kepolisian menjamin keberagaman di Indonesia.

"Maka tentu saja kami juga berharap agar bersama kepolisian ikut mengawal persoalan-persoalan kebangsaan di tanah air sehingga bangsa ini tetap tegak berdiri bersama pilar-pilar kebangsaannya," kata Handojo.

Di hadapan Argo, Handojo juga meminta agar kepolisian mampu menjadi garda terdepan pengawal pluralisme dan pengayom seluruh lapisan masyarakat dengan pendekatan-pendekatan yang humanis.

"Kepolisian kita sekarang tentu sudah makin profesional dan karena itu perlu kita dukung agar betul-betul menjadi yang terdepan menjaga keberagaman kita di Indonesia ini," pungkas Handojo. (OL-7)

BERITA TERKAIT