15 January 2020, 01:40 WIB

Hubungan AS dan Tiongkok makin Mesra


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AMERIKA Serikat (AS), Senin (13/1), menghapus label manipulator mata uang yang diberlakukannya pada Tiongkok musim panas lalu, sebagai tanda meredakan ketegangan antara kedua kekuatan ekonomi setelah hampir dua tahun konflik.

Hanya dua hari sebelum Presiden Donald Trump akan menandatangani perjanjian perdagangan 'fase satu' dengan Tiongkok, Departemen Keuangan AS mengatakan dalam laporan semitahunan kepada kongres bahwa yuan telah menguat dan Beijing tidak lagi dianggap sebagai manipulator mata uang.

Trump pada Agustus lalu dengan marah menuduh Beijing melemahkan mata uangnya untuk mencuri bisnis dan pabrik AS, menyatakan kembali keluhan lama.

Otoritas Tiongkok pada Agustus mengizinkan yuan jatuh di bawah 7 terhadap dolar AS, mengirimkan getaran di penjuru pasar saham pada saat itu dan memicu kemarahan Trump. "Selama musim panas, Tiongkok mengambil langkah konkret untuk mendevaluasi mata uangnya, juga dikenal sebagai renminbi (RMB), dan langkah itu membuat RMB pada level terlemah terhadap dolar AS dalam lebih dari 11 tahun," kata Departemen Keuangan.

Namun, baru-baru ini RMB menguat menjadi 6,93 terhadap dolar AS. Departemen Keuangan mengatakan pakta perdagangan yang baru membahas masalah mata uang.

"Tiongkok telah membuat komitmen yang dapat ditegakkan untuk menahan diri dari devaluasi kompetitif dan tidak menargetkan nilai tukarnya untuk tujuan kompetitif," kata Menkeu Steven Mnuchin.

 

Langkah simbolis

Meskipun laporan mata uang semitahunan selalu mendapatkan perhatian sebagai tanda kunci hubungan antara para kekuatan, pelabelan manipulator mata uang sebagian besar dinilai simbolis.

Sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan, Tiongkok juga telah sepakat untuk memublikasikan informasi yang relevan terkait dengan nilai tukar dan neraca eksternal.

Namun, banyak ekonom mempertanyakan keputusan AS untuk mencap Tiongkok sebagai manipulator mata uang. Pakar Tiongkok Martin Chorzempa mengatakan pengumuman itu mendapat perhatian yang jauh lebih besar dari seharusnya, karena itu hanya penting pada tingkat simbolis yang paling dangkal.

Mnuchin menyebut kesepakatan fase satu penting dan akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan peluang bagi pekerja dan bisnis AS.

Utusan perdagangan top Tiongkok Liu He tiba di Washington pada Senin jelang penandatanganan perjanjian yang diharapkan pada Rabu.

Setelah beberapa putaran tarif, defisit perdagangan barang AS hingga November 2019 mencapai lebih dari US$320 miliar, yaitu US$62 miliar di bawah periode yang sama 2018.

Data bea cukai Tiongkok menunjukkan surplus Tiongkok turun 8,5% pada 2019 menjadi US$296 miliar. Depkeu tetap terganggu oleh ketidakseimbangan perdagangan dan transaksi berjalan yang terus-menerus dan berlebihan.

Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan awal, Washington dan Beijing akan mengadakan pertemuan setidaknya dua tahunan. "Mnuchin dan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell juga akan melakukan pertemuan ekonomi makro dengan para pejabat tinggi Tiongkok secara teratur," ujar sumber di Depkeu AS. (AFP/I-1)

BERITA TERKAIT