14 January 2020, 19:30 WIB

Jokowi Pamerkan Kebijakan Pembangunan Indonesia di Abu Dhabi


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
 Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi saat menjadi pembiacara kunci di Abu Dhani Sustainability Week

PRESIDEN Joko Widodo dianggap sebagai sosok sentral yang berpengaruh bagi dunia. Ia dinilai mampu menelurkan kebijakan-kebijakan yang berkelanjutan, mulai dari sisi sosial hingga ekonomi.

Atas latar belakang itulah, Presiden diminta Kerajaan Abu Dhabi untuk menjadi pembicara kunci dalam Abu Dhabi Sustainability Week di Abu Dhabi National Exhibition Center, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (13/1)

"Sebagaimana kita tahu, kalau menjadi pembicara kunci, umumnya dilakukan oleh aktor-aktor sentral dalam bidang sains, kepakaran teknologi, politik yang telah diakui komitmen dan visi mereka. Dalam kasus Pak Jokowi, beliau menjadi pembicara kunci dalam isu keberlanjutan yang mencakup energi, lingkungan, sosial dan ekonomi," ujar Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman kepada Media Indonesia, Selasa (14/1).

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara, lanjut dia, menyampaikan visi dan komitmen yang kuat dalam hal keberlanjutan yang juga menjadi isu global saat ini.

Baca juga ; Indonesia Berkontribusi di Energi Terbarukan

Di bidang energi sekaligus ekonomi misalnya. Indonesia kini tengah serius mengembangkan program bauran minyak sawit pada solar. Kebijakan tersebut akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap migas. Secara langsung, Indonesia juga memperkenalkan program tersebut kepada dunia.

Selain itu, Jokowi juga secara resmi mengumumkan rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.

Ibu kota negara baru itu nanti akan ditopang oleh sistem operasional bangunan dan transportasi yang ramah lingkungan.

"Salah satu yang diinginkan beliau adalah ibu kota baru Indonesia bisa menjadi persembahan Indonesia kepada dunia. Presiden juga ingin dunia terlibat dalam pembangunan itu. kalau ada ibu kota baru yang banyak negara di dunia terlibat di dalamnya, dalam seribu tahun, ibu kota baru itu akan tetap di kenang sebagai warisan dari pemerintahan Jokowi," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT