14 January 2020, 19:29 WIB

17 Orang Diduga Provokator Demo Diamankan di Balai Kota DKI


Selamat Saragih | Megapolitan

Ilustrasi
 Ilustrasi
Unjuk rasa

SEBANYAK 17 orang diduga provokator dalam aktifitas aksi demo massa di Balai Kota DKI Jakarta terpaksa diamankan dan dimasukkan ke dalam mobil tahanan polisi pada Selasa (14/1).

Aksi demo itu digelar sebagai protes warga Jakarta terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dituding tidak becus mengatasi dan menangani permasalahan banjir pada awal tahun 2020.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di Balai Kota DKI Jakarta, siang itu terdapat sebanyak 17 orang diamankan dengan tuduhan sebagai provokator dalam aksi demo dua pihak yakni pro dan kontra terhadap Anies terkait tudingan kegagalan gubernur DKI itu dalam penanganan banjir. Pada awalnya ditangkap salah satu ormas yang merupakan bagian massa pendukung Anies, karena dianggap memiliki gerak-gerik mencurigakan.

Petugas melihat gerak gerik mereka mencurigakan karena mondar-mandir antara Balai Kota DKI Jakarta dan Patung Arjuna Wijaya (lokasi konsentrasi massa penuntut Anies mundur). Apalagi pakaiannya kumal sehingga menimbulkan kecurigaan.

"Diamankan karena gerak-gerik mencurigakan, mohon maaf mungkin karena pakaiannya kumal juga sehingga dicurigai," kata Roni, salah satu peserta aksi demo massa pendukung Anies, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta.

17 orang itu, kemudian diamankan di pos satuan pengamanan Balai Kota DKI sebelum akhirnya diangkut ke mobil tahanan polisi untuk dibawa ke kantor polisi.

Salah satu provokator dari massa pendukung Anies, Lukman Abidin, mengklarifikasi bahwa 17 orang itu bukanlah provokator namun merupakan pendukung Anies yang terkena salah paham karena ada kecurigaan dari massa.

"Saya menjamin. Mereka bukan pendemo Anies. Yang diamankan itu, bukan provokator. Kenapa bukan, mereka bersama saya di depan. Bawa spanduk Pak Anies harus kerja tuntas dan mendukung kerja sampai tuntas," kata Lukman.

Lukman menambahkan, pengamanan itu terjadi setelah adanya pemukulan mundur massa dari arah Balai Kota DKI menuju Patung Arjuna Wijaya untuk membubarkan aksi massa di sana. Namun karena pakaian yang dikenakan berbeda dengan massa di Balai Kota DKI, timbullah kecurigaan.

"Terjadi keributan bukan di sini, di ujung sana di Patung Kuda. Setelah keributan, mereka diamankan sama polisi. Saya lihat mereka yang tadi. Yang ikut sama kita, mereka bukan mau ngaco tapi karena mohon maaf pakaiannya kotor-kotor saja. Jadi saya lihat mereka bagian kita," ujar Lukman.

Setelah diangkut ke mobil tahanan polisi, tidak diketahui mereka dibawa ke mana. Namun informasi yang beredar di antara massa aksi, mereka diamankan ke Polres Jakarta Pusat.

Aksi massa yang terjadi Selasa ini disebabkan kejadian banjir Jakarta pada 1 Januari 2020. Satu massa meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sementara satu massa aksi lainnya pendukung Anies.(OL-11)

BERITA TERKAIT