14 January 2020, 19:21 WIB

Menkeu: Rupiah Menguat, Dampaknya Tunggu Setahun


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

NILAI tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat, hari ini, ditutup dengan angka Rp13.665 per dolar. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku masih tetap melihat perkembangan satu tahun ini.

"Kita masih akan lihat satu tahun ini. Biasa dinamika nilai tukar kita akan terus menghitung berdasarkan perkembangan dari ekonomi dalam negeri dan global," kata Ani saat ditemui di gedung DPD, Selasa (14/1).

Faktor eksternal seperti perjanjian Amerika Serikat dengan Tiongkok dan suki bunga rendah di tingkat global menjadi sebab masuknya aliran modal ke Indonesia.

Meski begitu, Ani mengatakan, Indonesia masih harus tetap waspada soal current account deficit (CAD/defisit transaksi berjalan) yang dimiliki Indonesia. Pada kuartal III 2019, Indonesia masih mengalaimi CAD sebesar US$7,86 miliar atau 2,66% Produk Domestik Bruto (PDB).

"Jadi kita akan lihat dalam satu tahun ya perkembangannya dan pengaruhnya kepada APBN kan tidak dilihat per hari," pungkas Ani.

Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo mengatakan, pihaknya tidak akan mengintervensi penguatan rupiah. Sebab berbagai faktor pendukung rupiah berada dalam kondisi yang baik.

"Kita tetap meliahat rupiah sesuai dengan kekuatan pasar, artinya sepanjang masih sesuai dengan fundamental kita tidak akan untuk mengintervensi, ini pun didukung oleh kondisi makro kita yang cukup positif," kata Dody usai menghadiri pelantikan Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio di gedung Mahkamah Agung, Senin (13/1).

Selain itu, lanjutnya hasil survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia menunjukkan arah yang positif. Ditambah pula dengan aliran modal yang terus masuk dan mendorong perekonomian Indoesia, oleh karenanya, BI disebut tidak akan banyak melakukan intervensi.

"Ditambah lagi tentunya cadangan devisa yang menguat, tentunya ini faktor yang membuat rupiah cukup confidence kami juga confidence terhadap perkembangan rupiah," ujar Dody. (OL-11)

BERITA TERKAIT