14 January 2020, 19:05 WIB

Polri Apresiasi Dua Mahasiswa Penggugat UU LLAJ


Tri Subarkah | Megapolitan

KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) menanggapi positif gugatan yang dilakukan oleh Eliadi Hulu dan Ruben Saputra Hasiholan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengajukan permohonan uji materi Pasal 107 ayat 2 dan Pasal 293 ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

"Itu hal yang bagus. Kalau memang tidak terima dengan UU di MK-kan. Kita tunggu saja proses di MK seperti apa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, di Mabes Polri, Selasa (14/1).

Sebagai informasi, aturan yang digugat oleh kedua mahasiswa mengatur soal kewajiban pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu di siang hari. Keduanya lantas membandingkan perlakuan polisi terhadap Presiden Joko Widodo, yang tidak menyalakan lampu motor pada suatu kesempatan.

Menanggapi hal tersebut, Argo mengatakan bahwa Jokowi, sapaan akrabnya, merupakan orang nomor satu di Indonesia. "Ke mana-mana pasti ada pengawalan semuanya di sana ya. Namanya orang yang kita hargai ya, namanya simbol negara ini ke mana pun kita kawal semuanya," pungkas Argo.

Dikutip dari laman resmi MK, Eliadi mengungkit tindakan Jokowi saat mengendarai sepeda motor di Tangerang, Banten. Pada 2018, Jokowi disebut "tidak menyalakan lampu utama sepeda motor dikemudikannya, namun tidak dilakukan penindakan langsung (tilang) oleh pihak kepolisian". Menurut Eliadi, Jokowi yang 'kebal' terhadap aturan tersebut melanggar asas kesamaan di mata hukum (Equality Before The Law) yang terdapat dalam Pasal 27 UUD 1945.(OL-12)

BERITA TERKAIT