14 January 2020, 18:27 WIB

Soal Demo Anies, Lulung: Enggak Betah di Jakarta? Pergi saja


Ilham Ananditya | Megapolitan

Antara
 Antara
Anggota DPR dari PAN Abraham Lunggana atau Lulung Al

POLITISI PDIP Dewi Tanjung meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengundurkan diri karena kinerja buruk tetapi kerap mempersalahkan orang lain.

"Tuntutannya kita minta pertanggungjawaban Anies Baswedan mundur. Kami menganggap kinerjanya tidak bagus, terlalu banyak menyalahkan orang lain. Ketidakwajaran anggaran belanja lem aibon dan pulpen sekian miliar, begitu ditanya malah menyalahkan anak buahnya. Itu kan bukan bentuk sosok pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik berani bertanggung jawab dengan apa yang terjadi. Tidak menghindari dari masalah," kata Dewi Tanjung do Kalarta. Selasa (14/1).

Dia mengatakan itu sebelum berorasi sebelum aksi Suara Rakyat Bersatu Jakarta Bergerak di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Akan tetapi, aksi ini berpindah ke depan Patung Kuda, Jakarta, karena persoalan teknis.

Koordinator Jakarta Bergerak Siska Rumondor mengungkapkan alasan pemindahan aksi karena di saat bersamaan ada kegiatan keagamaan di Balai Kota.

"Kita menghormati yang sedang tausiah. Siapa yang mengganggu, akan jadi intoleransi," ujar dia.

Akan tetapi, menurut dia, sempat ada kejadian pelemparan botol kosong oleh massa pro-Anies yang juga menggelar aksi.  "Dari ujung ke ujung kita nyanyi tanpa takut. Walau mereka ganggu, kita tak gentar," kata dia.

Kelompok pertama adalah dimotori oleh Abu Janda, Dewi Tanjung, Effendi Achmad, dan Sisca Rumondor yang meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mundur dari kursi gubernur DKI Jakarta karena ada bencana banjir. Sementara, kelompok kedua adalah Jawara dan Pengacara Jaga Jakarta (Bang Japar).

Adapun anggota DPR dari PAN Abraham Lunggana atau Lulung Al menilai, lebih baik pihak yang kontra-Anies melakukan komunikasi secara terbuka,

"Kalau demo (jadinya tidak didengar) karena kan figurnya Abu Janda. Orang yang sering kritik, tidak punya konten, tapi kelihatan ada unsur sentimennya. Dengan vokal dan gayanya. Kalau konsep Anies masih salah, ya berikan (solusi). Jangan kemudian dia (Abu Janda) media sosial (medsos) sehingga memancing teman-teman khususnya orang Betawi," ujar Lulung.

Menurut mantan Wakil Ketua DPRD DKI itu juga mengatakan banjir di Jakarta tak lepas dari faktor cuaca ekstrem.

"Enggak betah tinggal di Jakarta? Pergi saja. Intensitas hujan saat itu hasil BMKG jelas adalah putaran 100 tahun dan terjadi banjir juga (di Jakarta). Ini bukan semata-mata kesalahan Anies. Ini ada nuansa politis dan teman-teman (media) lihat ini tidak fair. Kalau memang fair, audiensi saja. Kasih buku pintar-nya ke Anies" tambah Lulung. (X-15)

Baca juga: Tak Terima Anies Didemo, Fahira Idris Siapkan Tandingannya

Baca juga: Ahok: Kita Harus Percaya, Anies Lebih Pintar Atasi Banjir

Baca juga: Soal Demo, PSI: Jadi Pecutan Anies untuk Berbenah

BERITA TERKAIT