13 January 2020, 21:05 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong Miliki Kartanu


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Perjanjian kerja sama penerbitan Kartanu atau Kartu Anggota NU ditandatangani di Ruang Galeri BNI Hong Kong.

WARGA Nahdliyin Hong Kong merupakan salah satu komunitas berbasis keagamaan yang memiliki anggota cukup banyak di Hong Kong. Dirintis sejak tahun 2012, anggota Nahdlatul Ulama (NU) Hong Kong saat ini menaungi lebih dari 60 majelis ranting yang tersebar di seluruh pelosok Hong Kong.

Berawal dari kegiatan capacity building untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kerap diselenggarakan NU Hong Kong dan BNI Hong Kong. Akhirnya tercetus kesepakatan untuk menerbitkan kartu tanda anggota yang akan memudahkan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Hong Kong mendata anggotanya.

Kartu Anggota NU yang kemudian disebut Kartanu tersebut kemudian disepakati berbasis kartu debit BNI.

Perjanjian kerja sama penerbitan Kartanu ditandatangani di Ruang Galeri BNI Hong Kong pada  Minggu (12/1/2020) oleh Ketua Tanfidziah PCINU Hong Kong Kistiawanto dan General Manager BNI Hong Kong Wan Andi Aryadi.

Penandatangan tersebut disaksikan juga oleh Konsul Jenderal RI di Hong Kong Ricky Suhendar, Ketua Dewan Pembina Santri Millenial Centre (SiMaC) Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin, Rois Suriah PCINU Hong Kong Nur Rohman dan Pemimpin Divisi Internasional BNI Eko Setyo Nugroho.

Bersamaan penandatanganan, digelar pula acara diskusi publik dengan tema Meningkatkan Wawasan Kebangsaan dan Kewirausahaan untuk Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong.

Dalam diskusi, Ahmad Syauqi menekankan dua hal utama kepada PMI yang hadir sebagai peserta. Yang pertama adalah pentingnya menjaga jatidiri bangsa di negara Hong Kong karena ini adalah kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia.

Kemudian Syauqi  juga menambahkan pentingnya meningkatkan kapasitas bagi PMI.

“Ruang dan fasilitas untuk meningkatkan kapasitas telah difasilitasi Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di  Hong Kong, BNI Hong Kong dan PCINU Hong Kong. PMI agar memanfaatkannya sehingga menjadi SDM yang berkualitas pada saat kembali ke tanah air,” kata Ahmad Syauqi.

“Dengan bekal keterampilan dan akses kewirausahaan, akan menjadi modal kesiapan PMI membangun perekonomian untuk dirinya dan masyarakat sekitarnya di tanah air,” tutur Ahmad Syauqi.

Gus Syauqi juga memperkenalkan Jamal atau Jaringan masyarakat Halal yang ke depan akan memfasilitasi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ekspor dari Indonesia untuk dunia.

Diskusi berjalan dengan menarik, peserta diskusi sangat antusias. Eko Setyo Nugroho menambahkan bahwa selama bekerja di Hong Kong, PMI juga perlu mempersiapkan modal tabungan yang cukup untuk membangun usaha di tanah air.

BNI Hong Kong telah menyediakan fasilitas ATM dan Mobile Banking yang dapat digunakan untuk mengelola tabungan secara efektif dan efisien.

Pengiriman uang ke Indonesia melalui sarana elektronik ini adalah yang paling murah di Hong Kong. Hal ini sejalan dengan manfaat Kartanu yang berfungsi juga sebagai kartu debit BNI.

“Jadi manfaat Kartanu ini sangat banyak, selain sebagai kartu anggota sekaligus Kartu Debit BNI, yang paling penting tentu saja akses kegiatan pelatihan keterampilan yang diselenggarakan BNI dalam naungan program KAMI bersama BNI. Jadi PMI pulang ke tanah air bawa modal keterampilan dan tabungan sebagai bekal untuk memulai usaha”, ucap Eko.

Dalam acara ini, Rois Suriah PCINU Hong Kong, Nur Rohman yang juga sebagai Presiden Direktur SiMaC memperkenalkan konsep Gus Iwan atau singkatan dari Gerakan Santri Wirausahawan.

Gus Iwan merupakan program SiMaC yang bergerak dan berkomitmen untuk mengimplementasikan arus baru ekonomi Indonesia yang digagas Wakil Presiden RI Prof. Dr. KH. Maruf Amin. Para santri bergabung dalam wadah Gus Iwan saat ini mengelola satu produk yang cukup diminati masyarakat, yaitu Kopi Abah.

Acara yang digelar mulai pukul 10 pagi ini dihadiri lebih dari 300 peserta. Mayoritas peserta yang telah tergabung dalam majelis ranting NU Hong Kong ini langsung mendaftar Kartanu di lokasi acara.

 “Ke depannya PCINU Hong Kong melalui majelis-majelis ranting akan melakukan sosialisasi Kartanu kepada seluruh anggota, kami ingin semua anggota NU di Hong Kong mendapatkan akses untuk meningkatkan kapasitasnya dan mudah dalam mengelola tabungannya,” tutur Kistiawanto. (OL-09)

BERITA TERKAIT