14 January 2020, 17:15 WIB

Pemda jadi Ujung Tombak Penanganan Stunting


Atalya Puspa | Humaniora

ilustrasi
 ilustrasi
Gizi Buruk

PERAN pemerintah daerah dapat menjadi ujung tombak dalam penanganan stunting di Indonesia. Pasalnya, Pemda dinilai dapat memberikan edukasi penuh kepada masyarakatnya untuk mencegah terjadinya stunting.

"Peran Pemda sangat penting untuk mengedukasi, seperti bikin surat edaran. Semua ibu harus minum tablet tambah darah kalau mau anemia dan angka stunting kita turun. Saat ini mungkin sekitar 140 dari 514 kabupaten yang punya kebijakan penanggulangan stunting," kata Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, Dhian Proboyekti, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Baca juga: Pemberian Zat Gizi Mikro Upaya Tekan Stunting

Global Nutrition Report 2018 menyatakan Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mengalami triple burden malnutrition. Permasalahan tidak hanya mengenai defisiensi energi dan protein seperti underweight, wasting dan stunting, tapi juga gizi lebih dan defisiensi mikronutrien.

Sejalan dengan itu, Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa prevalensi balita underweight (17,7%), stunting (30.8%), Wasting (102%) dan obesitas (balita, 8%).

Sementara itu, prevalensi anemia pada ibu hamil (48,9%) dan prevalensi wanita usia subur yang kurang energi kronis (KEK) masih tinggi, yaitu 17, 3%. Di sisi lain, anemia pada kelompok remaja putri usia 15-24 tahun 18,4%.

"Kalau kita asosiasikan anemia berakibat pada stunting, tingkat stunting akan tinggi," imbuh Dhian.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Nutrition International untuk menangani stunting di 20 kabupaten Jawa Timur dan NTT dengan cara mengontrol pemberian gizi mikro.

"Kita pantau di 20 kabupaten, kita perbaiki sistemnya. Bukan sistem kesehatan nasional, tapi sistem kontrol di sana, untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Karena pemberian tablet tambah darah itu harus 90 tablet. Bagaimana kita tahu itu benar-benar dikonsumsi ibu hamil? Itu yang perlu kita tahu. Itu yang kita perbaiki," imbuh Dhian.

Baca juga: Apple Developer Academy Cetak 194 Profesional Bidang Teknologi

Upaya tersebut dilakukan dengan cara memperkuat peran pihak terkait, seperti tenaga kesehatan di puskesmas untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya meminum vitamin penambah darah untuk ibu hamil.

"Pemda juga harus memastikan tablet tambah darahnya tersedia," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT