14 January 2020, 14:56 WIB

Sidang Pemakzulan Trump Dimungkinkan Dalam Waktu Dekat


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

PERSIDANGAN Presiden Donald Trump atas penyalahgunaan kekuasaan dan penghalangan kongres AS bisa dibuka dalam beberapa hari ke depan.

Rencana sidang pemakzulan terhadap Trump tersebut diketahui setelah pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi mengadakan pertemuan Selasa, (14/1).

Pelosi tampaknya siap untuk segera bergerak setelah memegang pasal-pasal pemakzulan sejak disahkan pada 18 Desember 2019.

Ia akan menekan Senat yang dikontrol Republik dalam menyetujui panggilan pengadilan saksi terkait tuduhan terhadap Trump yang secara ilegal mencari bantuan Ukraina untuk pemilihannya kembali pada kampanye tahun ini.

Baca juga : Jalan Panjang Pemakzulan Donald Trump

Tetapi pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnell, menolak untuk menyetujui tentang masalah saksi, dan meminta Pelosi untuk meneruskan kasus tersebut tanpa kesepakatan dan melihat presiden diadili.

Pelosi bersama dengan anggota Demokrat diperkirakan akan berkumpul untuk membahas jadwal pemungutan suara penuh di Dewan Perwakilan Rakyat, majelis rendah untuk meneruskan kasus tersebut.

Mereka juga harus memutuskan siapa yang akan membentuk tim manajer pemakzulan untuk memperdebatkan kasus melawan trump di Senat yang merupakan majelis tinggi.

Nantinya, setelah Dewan Perwakilan Rakyat mengajukan dakwaan, Senat harus memulai proses persidangan dalam satu hari.

Pada hari pertama Senat akan memutuskan aturan persidangan. Ketua Mahkamah Agung John Roberts kemudian akan dilantik untuk memimpin pengadilan tersebut dan bersumpah dalam 100 Senator untuk memimpin sebagai Hakim dan juri atas nasib Trump.

Senator Republik John Cornyn mengatakan kepada situs berita The Hill bahwa ia mengharapkan semua bisa terjadi dalam pekan ini, dan argumen pembukaan dalam persidangan dapat berlangsung pada, Selasa (21/1) mendatang setelah hari libur federal.

"Seperti itulah rasanya sekarang," kata Cornyn seperti dilansir dari AFP.

Sementara itu, Demokrat menilai masalah saksi tetap menjadi titik perdebatan, setidaknya Demokrat menginginkan empat pembantu Trump saat ini dan mantan pembatu Trump muncul dalam persidangan, setelah Trump melarang mereka bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan.

Demokrat juga menginginkan dokumen terkait dengan tuduhan bahwa Trump menolak untuk menyerahkan penyeldidikan DPR dapat dihadirkan dipersidangan.

Demokrat percaya, dengan para saksi dan dokument tersebut dapat memberikan lebih banyak bukti konkrit bahwa Trump menyalahgunakan kekuasaanya untuk kepentingan politik pribadi dan menghalangi penyelidikan kongres.

"Dalam proses pemakzulan Clinton, 66 saksi diizinkan untuk memberikan kesaksiannya termasuk tiga dalam pengadilan Senat, dan 90.000 halaman dokumen diserahkan," cuit Pelosi melalui akun media sosial Twitter-nya.

"Trunp terlalu takut untuk membiarkan salah satu pembantunya bersaksi dan menutupi setiap dokumen, Senat harus #EndTheCoverUp," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, McConnell mengatakan ia tidak akan menyetujui masalah ini sebelum sidang dibuka.

McConnell mengungkapkan bahwa pada persidangan Bill Clinton pada 1999, ketika masalah saksi yang kontroversial ditunda sampai setelah argumen pembukaan dibuat. Kemudian kedua belah pihak sepakat untuk mengizinkan tiga saksi terhadap Pemakzulan Clinton. (AFP/Rif/OL-09)

BERITA TERKAIT